INIKEPRI.COM – Pembangunan sebuah kota tidak pernah lahir dari kerja satu pihak. Di balik jalan yang dibangun, program yang berjalan, hingga penghargaan yang diterima, ada banyak tangan yang ikut bekerja.
Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berada di tengah ribuan warga Kecamatan Sekupang dalam kegiatan Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai di Halaman Masjid Jami’ Nurul Huda, Tanjung Riau, Sabtu (29/8/2026).
Amsakar mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam menggerakkan pembangunan Kota Batam.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih Batam tidak semestinya dilihat sebagai keberhasilan pemerintah semata. Sebab, pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat, DPRD, Forkopimda, hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan dan RT/RW.
“Penghargaan ini bukan milik Wali Kota semata, melainkan kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Batam atas sinergi yang solid antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, hingga tingkat kecamatan, kelurahan, serta RT/RW,” ujar Amsakar.
Di hadapan warga Sekupang, Amsakar juga menyampaikan kabar mengenai dua penghargaan yang baru diterima Pemko Batam secara berturut-turut.
Penghargaan tersebut yakni Pemimpin Daerah Awards 2026 kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dari iNews TV serta Anugerah Pembangunan Ekonomi dari detikcom.
Bagi Amsakar, penghargaan tersebut bukan alasan untuk berhenti. Justru, capaian itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan pembangunan masih panjang dan harus terus dilanjutkan.
“Penghargaan ini sangat luar biasa untuk memacu kinerja kami pemerintah daerah,” katanya.
Dari Penghargaan hingga Persoalan Air
Selain berbicara mengenai capaian, Amsakar juga membawa persoalan yang dekat dengan keseharian warga.
Ia menyampaikan perkembangan penanganan gangguan distribusi air di kawasan Batuaji dan Sagulung yang terjadi akibat kebocoran pipa di wilayah Muka Kuning.
Amsakar mengatakan dirinya telah meninjau langsung kondisi tersebut untuk memastikan proses perbaikan berjalan.
Menurutnya, perbaikan teknis ditargetkan dapat diselesaikan sekitar dua jam. Namun, untuk mengembalikan pelayanan secara penuh, waktu yang dibutuhkan diperkirakan sekitar enam hingga tujuh jam.
Persoalan air tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang masih mendapat perhatian pemerintah, bersama dengan persoalan banjir.
Amsakar menyebut dua persoalan itu masih membutuhkan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Doakan kami agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sehingga seluruh program prioritas dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
15 Program Prioritas Terus Didorong
Di tengah suasana kegiatan yang penuh hiburan dan kebersamaan, Amsakar juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemko Batam.
Sebagian besar dari 15 program kerja pemerintah daerah disebut telah direalisasikan. Di antaranya seragam sekolah gratis, beasiswa, kredit usaha tanpa bunga, bantuan bagi lansia, bursa kerja, hingga kemudahan memperoleh layanan pengobatan dengan menggunakan KTP.
Program-program tersebut, kata Amsakar, merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, terutama menyangkut pengendalian banjir dan optimalisasi pasokan air bersih.
Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya kebersamaan.
Sebab, semakin besar persoalan yang dihadapi sebuah kota, semakin besar pula kebutuhan terhadap kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Tanjung Riau Jadi Ruang Kebersamaan
Sekupang Sehat dan Pesta Anak Pantai sendiri menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dalam suasana yang lebih santai.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekretaris Kecamatan Sekupang, Eko, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat silaturahmi, menjunjung sportivitas, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Usai memberikan sambutan, Amsakar kemudian melepas perlombaan sampan layar, salah satu permainan yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.
Suasana semakin semarak ketika puluhan doorprize dibagikan kepada warga. Amsakar bahkan memberikan kejutan berupa hadiah uang tunai dari pribadi kepada lima warga yang beruntung.
Ribuan warga Sekupang memadati lokasi kegiatan. Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam.
Di tengah pesta dan kemeriahan itu, satu pesan Amsakar terasa sederhana, tetapi penting: pembangunan Batam bukan pekerjaan pemerintah seorang diri.
Ia adalah kerja bersama.
Dan gotong royong masyarakat menjadi salah satu modal agar Batam dapat terus bergerak menghadapi persoalan sekaligus menjaga capaian yang telah diraih.
Penulis : RP
Editor : IZ

















