Kesepakatan Haji 2025: Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Jemaah, Ini Detilnya

- Publisher

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah. Foto Istimewa/Humas Kemenag

Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah. Foto Istimewa/Humas Kemenag

INIKEPRI.COM – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menandatangani kesepakatan dengan Arab Saudi mengenai pelaksanaan ibadah haji untuk tahun 1446 H/2025 M. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah kuota jemaah haji Indonesia yang ditetapkan sebanyak 221 ribu orang.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (13/1/2025), Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan kebahagiaannya atas kesepakatan yang telah tercapai. “Alhamdulillah, hari ini kami telah menandatangani kesepakatan haji dengan pihak Arab Saudi. Salah satu hal yang kami sepakati adalah jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada masa operasional haji 1446 H/2025 M sebanyak 221 ribu orang,” ujar Menag dalam siaran resminya.

Selain Menag Nasaruddin Umar, hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf, Wakil BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta sejumlah pejabat lainnya dari Kementerian Agama dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

BACA JUGA:  Ketum PROJO Budi Arie Setiadi Dilantik Jadi Menkominfo

Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keberangkatan dan kepulangan 221 ribu jemaah haji Indonesia akan dibagi pada dua bandara utama di Arab Saudi, yaitu Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

“Sebanyak 110.500 jemaah akan datang melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Sementara, setengahnya lagi akan datang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan pulang melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah,” katanya.

BACA JUGA:  Polri Terjunkan 21.168 Personel Kawal PPKM Darurat

Upaya Meningkatkan Kuota Petugas

Menag juga menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan kuota petugas sebanyak 2.210 orang atau sekitar 1 persen dari total kuota jemaah. Namun, Menag tidak berhenti di situ dan terus berupaya untuk memperoleh tambahan kuota petugas demi memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada jemaah haji. “Kami akan terus melobi Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah agar Indonesia bisa mendapatkan tambahan kuota petugas,” tambah Menag.

Salah satu hal penting dalam MoU yang disepakati adalah pengaturan terkait keamanan selama pergerakan jemaah haji, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jemaah diingatkan untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk terkait dengan penggunaan perangkat fotografi yang tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

“Jemaah haji Indonesia diminta untuk tidak mengibarkan bendera negara tertentu atau mempublikasikan slogan-slogan politik. Kami juga mengimbau agar jemaah menghormati dan menjaga kesucian Dua Tanah Suci,” tegas Menag.

BACA JUGA:  Misteri Motif Irjen Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Menag: Fokus pada Pelayanan Terbaik

Selain penandatanganan MoU, kunjungan Menag ke Arab Saudi juga termasuk menghadiri Mu’tamar dan Pameran Haji di Jeddah. Menag menekankan pentingnya persiapan matang untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik. “Fokus kita adalah bagaimana jemaah haji Indonesia bisa mendapat layanan terbaik. Ini akan kita persiapkan sejak awal,” tutup Menag.

Dengan penandatanganan kesepakatan ini, persiapan untuk pelaksanaan haji 1446 H/2025 M kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah Indonesia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dapat bekerja sama untuk menyukseskan perjalanan ibadah haji yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi
Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya
WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

Berita Terbaru