Tarif Impor Baru, RI Jaga Komunikasi dengan AS dan ASEAN

- Publisher

Sabtu, 5 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi. Foto: ANTARA

ilustrasi. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Pemerintah Indonesia terus menjaga komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) serta berkoordinasi dengan ASEAN, untuk merespons pengenaan tarif impor AS yang dikenakan ke hampir semua negara, termasuk Indonesia.

Menurut pernyataan pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (3/4/2025), Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah AS.

“Sebagai bagian dari negosiasi, pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative,” demikian pernyataan tersebut.

BACA JUGA:  Transaksi Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksikan Capai 360 Miliar Dolar AS

Di tingkat ASEAN, Indonesia juga telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku pemegang Keketuaan ASEAN tahun ini untuk merundingkan langkah bersama di tingkat kawasan, mengingat 10 negara anggota ASEAN seluruhnya terdampak pengenaan tarif AS dengan nilai yang berbeda-beda.

BACA JUGA:  Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

Sesama negara ASEAN antara lain Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Malaysia, masing-masing dikenakan tarif impor ke AS sebesar 49 persen, 46 persen dan 36 persen, serta 24 persen.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) mengumumkan pengenaan tarif impor ke hampir semua negara yang mengekspor produknya ke AS, termasuk ke negara mitra dagangnya.

BACA JUGA:  Perjalanan 62 Tahun bank bjb Berkontribusi dan Mengakselerasi Ekonomi

Trump memutuskan Indonesia akan dikenakan “tarif resiprokal” impor sebesar 32 persen dari basis tarif sebesar 10 persen yang dipungut AS kepada semua negara dalam aturan tarif terbaru ini. AS menuding Indonesia memungut tarif atas produknya sebesar 64 persen.

Tarif dasar 10 persen mulai berlaku pada 5 April, sementara tarif resiprokal AS akan berlaku pada 9 April 2025.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan
80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:25 WIB

80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Berita Terbaru