Menyulam Harapan di Ujung Negeri: Natuna dan Janji Infrastruktur

- Publisher

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan sorot mata yang menyimpan harapan, Cen Sui Lan duduk tenang di ruang kebijakan — membawa napas dari pulau-pulau sunyi yang mendamba jembatan dan jalan, agar Indonesia terasa utuh sampai ke ujung. Foto: INIKEPRI.COM

Dengan sorot mata yang menyimpan harapan, Cen Sui Lan duduk tenang di ruang kebijakan — membawa napas dari pulau-pulau sunyi yang mendamba jembatan dan jalan, agar Indonesia terasa utuh sampai ke ujung. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM — Di sebuah gedung bersejarah di jantung Ibu Kota, tepatnya di Jalan Taman Suropati No.2, Menteng, gema suara dari pulau terluar Indonesia mengalun tenang namun tegas.

Cen Sui Lan, Bupati Natuna, menyampaikan harapan yang telah lama terpatri dalam denyut nadi warganya: agar stigma sebagai daerah 3T — Tertinggal, Terdepan, dan Terluar — tak lagi melekat pada tanah tempat ia mengabdi.

Pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Jumat (17/5), menjadi ruang bagi Cen untuk mengurai benang-benang harapan itu.

Didampingi para kepala daerah dari wilayah Kepulauan Riau, ia tidak hanya menyuarakan permohonan, tetapi juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian pemerintah pusat selama ini.

“Natuna telah merasakan manfaat pembangunan, terutama melalui program Jalan Inpres yang membuka sekat-sekat keterisolasian,” ucap Cen Sui Lan, dengan suara yang menggambarkan perjuangan panjang sebuah wilayah yang berdiri di garis terdepan republik. Namun, di balik itu, ada keterbatasan yang masih membelenggu.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan: Pemutakhiran Data PBI Pemda untuk Hindari Temuan dan Pastikan Bantuan JKN Tepat Sasaran

Cen Sui Lan menjelaskan bahwa kini, kewenangannya dalam mengusulkan proyek strategis semakin terbatas.

Karena itu, ia berharap penuh pada dukungan Bappenas agar program-program prioritas tetap bisa diwujudkan. Infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik — melainkan denyut kehidupan yang menentukan arah masa depan.

“Beberapa ruas jalan dan jembatan strategis masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

“Tanpa itu, keterisolasian akan terus menjadi bayang-bayang yang membungkam potensi.”

Natuna, Negeri di Ujung yang Tak Ingin Tertinggal

Natuna bukan sekadar pulau di ujung utara Indonesia. Ia adalah wajah depan yang menghadap langsung pada dunia, benteng maritim yang menyimpan kekayaan alam dan budaya. Namun, ironisnya, inilah wilayah yang justru kerap tertinggal dari hiruk-pikuk pembangunan nasional.

BACA JUGA:  Panen Raya Padang Angus, Cen Sui Lan Tegaskan Petani Natuna Pilar Utama Program MBG

Ketimpangan itu terasa nyata. Akses jalan yang terbatas, jembatan penghubung yang belum memadai, hingga layanan dasar yang belum merata. Semua itu menjadi sekat yang memisahkan Natuna dari denyut pertumbuhan yang lebih merata.

“Kami ingin keluar dari stigma daerah 3T,” kata Cen dengan ketegasan yang dibalut harap.

“Karena masyarakat kami juga berhak merasakan Indonesia secara utuh, tidak hanya dalam simbol, tetapi dalam infrastruktur dan konektivitas yang nyata.”

Menyatukan Negeri dari Pinggiran

Dalam dunia pembangunan, suara dari pinggiran seringkali tenggelam dalam gegap gempita pusat. Namun kali ini, suara itu melampaui batas.

BACA JUGA:  Bupati Natuna Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Berikan Data yang Jujur

Cen Sui Lan membawa pesan yang lebih dari sekadar permohonan — ia membawa suara rakyat yang selama ini berjalan di jalan berbatu, melintasi jembatan rapuh, dan berharap pada cahaya pembangunan yang perlahan mendekat.

Di akhir pertemuan itu, harapan pun terpatri. Bahwa dari ruang-ruang kebijakan, akan lahir keberpihakan yang menyentuh batas-batas terjauh negeri.

Bahwa pembangunan bukan hanya milik kota besar, tetapi hak yang sah milik seluruh anak negeri — termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau yang kerap terlupakan.

“Kami tidak ingin dilihat sebagai wilayah terluar,” tutup Cen.

“Kami ingin menjadi bagian yang menyatu dari Indonesia — kuat, terhubung, dan tumbuh bersama.”

Penulis : IZ

Berita Terkait

DPRD Natuna Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Beri Sejumlah Catatan Strategis
Bupati Cen Sui Lan Lantik Delapan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Natuna
Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna
Kunjungi Bunguran Barat, Bupati Cen Sui Lan Gelar Pasar Murah dan Tinjau Sejumlah Proyek Strategis
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Beras Cadangan Pemerintah untuk Warga Bunguran Barat
KPDN Perkuat Pembinaan Domino di Natuna, Hadiah Turnamen HUT Batu Hitam Naik Jadi Rp10 Juta
Audiensi dengan Imigrasi Kepri, Bupati Natuna Bahas Kuota Kedinasan hingga Pos Imigrasi Pulau Laut
Distribusi BBM Jadi Sorotan, Bupati Natuna Bahas Kuota hingga Kendala Pulau Terluar Bersama BPH Migas

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:27 WIB

DPRD Natuna Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Beri Sejumlah Catatan Strategis

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WIB

Bupati Cen Sui Lan Lantik Delapan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Natuna

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

Kunjungi Bunguran Barat, Bupati Cen Sui Lan Gelar Pasar Murah dan Tinjau Sejumlah Proyek Strategis

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:01 WIB

Bupati Cen Sui Lan Salurkan Beras Cadangan Pemerintah untuk Warga Bunguran Barat

Berita Terbaru