Kemenkes Latih Guru Jadi Penolong Pertama Luka Psikologis di Sekolah

- Publisher

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dalam sunyi ruang kelas yang sering hanya diisi hafalan dan angka, muncul harapan baru: ruang aman bagi hati yang sedang terluka. Melalui pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), Kementerian Kesehatan menanamkan kepedulian emosional sejak dini, dimulai dari guru dan siswa.

Pendekatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), merupakan sebuah pelatihan empati yang ditujukan bagi tenaga pendidik, peserta didik, hingga masyarakat umum agar mampu menjadi penolong pertama bagi siapa pun yang mengalami tekanan emosional.

“Promosi kesehatan jiwa adalah upaya menjaga kita tetap di zona hijau, zona aman secara mental,” ujar Yunita Restu Safitri, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa dan Kemitraan, Kemenkes RI, dalam sesi pelatihan daring P3LP, Jumat (18/7/2025).

BACA JUGA:  Apakah Benar Gejala Flu Biasa Lebih Parah Sejak Pandemi?

Ia menjelaskan bahwa, P3LP bukan terapi psikologis dan tidak harus dilakukan oleh tenaga profesional. Cukup dengan hadir, mendengar, dan memberi ruang aman, siapa saja, guru, teman, kader, atau rekan kerja bisa menjadi penolong pertama. “Kita tidak harus memberi solusi. Cukup duduk, dengarkan, dan jangan menghakimi,” terang Yunita.

Mengenali Zona Emosi dan Prinsip 3M

P3LP mengajarkan bahwa kondisi mental seseorang dapat dikenali melalui zona warna:

  • Hijau: Sehat mental
  • Biru: Mulai stres ringan
  • Kuning: Terganggu secara emosional
  • Merah: Butuh pertolongan profesional
BACA JUGA:  Yuk Kenali Ciri Anak yang Terkena Diabetes

Peran penolong pertama sangat penting sebelum seseorang jatuh ke zona merah. Untuk itu, pelatihan P3LP dilandasi prinsip 3M yakni Memperhatikan gejala stres, Mendengarkan dengan empati, dan Menghubungkan ke bantuan lanjutan (guru BK, keluarga, atau profesional).

Sekolah sebagai Ruang Aman Mental

Pelatihan ini juga mendorong terciptanya budaya literasi kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Tidak hanya murid, guru juga perlu didukung. “Kalau guru datang ke sekolah dengan hati yang bahagia, energi cinta itu akan menular ke siswa,” kata Yunita.

BACA JUGA:  Kementerian Kesehatan Anjurkan Skrining Kesehatan Jiwa Sekali Setahun untuk Semua Kalangan

Tak kalah penting, keluarga juga perlu terlibat melalui pengasuhan positif yang membangun ketangguhan emosi sejak dini.

Selain itu menurutnya, P3LP juga membangun generasi penolong, bukan penghakim. “Dengan pendekatan sederhana tapi berdampak besar, P3LP menjadi jembatan menuju generasi Indonesia yang lebih empatik, tangguh, dan sehat mental. “Mari jadi penolong pertama, bukan penghakim pertama. Karena satu telinga yang tulus bisa menyelamatkan satu hati yang hampir menyerah,” tutup Yunita.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru