Gubernur Ansar Apresiasi Langkah Wali Kota Amsakar Susun Regulasi Kependudukan untuk Tekan Pengangguran di Batam

- Publisher

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024 dalam rangka Penguatan Indeks Integritas Nasional (IIN) Tahun 2025 bagi pemerintah daerah se-Provinsi Kepri, yang digelar di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (14/10/2025). Foto: INIKEPRI.COM

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024 dalam rangka Penguatan Indeks Integritas Nasional (IIN) Tahun 2025 bagi pemerintah daerah se-Provinsi Kepri, yang digelar di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (14/10/2025). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memberikan apresiasi kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, atas langkah progresif Pemerintah Kota Batam yang tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengendalian Kependudukan dan Mobilitas Penduduk.

Kebijakan ini dinilai strategis untuk menekan angka pengangguran di kota industri terbesar di wilayah barat Indonesia tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Ansar dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2024 dalam rangka Penguatan Indeks Integritas Nasional (IIN) Tahun 2025 bagi pemerintah daerah se-Provinsi Kepri, yang digelar di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Selasa (14/10/2025).

Pengangguran Menurun, Tapi Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Ansar mengungkapkan, meski tren pengangguran di Kepri terus menurun dalam dua tahun terakhir, persoalan ini tetap menjadi tantangan besar.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Bangga Kafilah Batam Berhasil Juara Umum MTQ IX Kepri 2022

“Tingkat pengangguran di Kepri turun dari 7,61 persen pada Februari 2024 menjadi 6,89 persen tahun ini. Artinya, ada perbaikan sebesar 0,72 persen selama dua tahun berturut-turut. Namun, kita tetap harus waspada,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, terutama di Batam, menjadi salah satu faktor penyebab tingginya pengangguran. Kota ini, kata dia, merupakan magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia.

“Batam memiliki pertumbuhan penduduk tertinggi di Indonesia karena dianggap sebagai kota peluang. Namun bagi yang belum siap secara kompetensi, kedatangannya justru menambah jumlah pengangguran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Amsakar di Sekupang: Membangun dari Hati, Menyatu demi Batam

Batam Jadi Contoh Pengendalian Arus Urbanisasi

Dalam konteks itu, Ansar menilai langkah Pemko Batam untuk mengatur mobilitas penduduk melalui regulasi baru sangat tepat.

“Saya menyambut baik kalau Pak Wali sudah merancang Perda untuk menyeleksi kedatangan orang ke Batam. Kalau tidak dikendalikan, potensi kerawanan sosial bisa meningkat dan bisa menurunkan daya saing investasi kita, terutama dibandingkan Johor, Malaysia,” tegas Ansar.

Menurutnya, pengendalian arus penduduk juga berkaitan erat dengan rasio ketimpangan ekonomi (Gini Ratio) di Kepri yang saat ini berada di angka 0,38. Dengan tata kelola kependudukan yang baik, diharapkan kesenjangan ekonomi dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat lokal meningkat.

BACA JUGA:  Kasus Aktif COVID-19 di Kepri Hampir 300 Orang

Investasi Meningkat, Tantangan Sosial Harus Diantisipasi

Gubernur Ansar juga menyampaikan capaian positif sektor investasi di Kepri. Dari target investasi Rp35 triliun pada tahun 2024, realisasi justru menembus Rp47 triliun atau mencapai 137 persen dari target.

“Alhamdulillah, capaian ini menandakan kepercayaan investor terhadap Kepri terus tumbuh. Tinggal bagaimana kita menjaga stabilitas sosial dan memperkuat regulasi agar pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif,” ujarnya.

Langkah strategis Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra pun mendapat sorotan positif.

Sinergi antara pemerintah kota dan provinsi ini dinilai menjadi contoh konkret dalam menghadapi tantangan urbanisasi cepat dan pengangguran di wilayah strategis tersebut.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang
22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:50 WIB

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Berita Terbaru