INIKEPRI.COM – Banjir bandang yang melanda tujuh negara bagian di Malaysia memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Selasa (25/11/2025), tercatat 3.782 warga telah dievakuasi, sementara total penduduk terdampak di seluruh wilayah mencapai belasan ribu jiwa. Kelantan menjadi daerah dengan dampak terberat.
Di Kelantan, 9.634 warga dilaporkan mengungsi dan ditempatkan di puluhan pusat penampungan sementara yang tersebar di sejumlah distrik seperti Tumpat, Bachok, Kota Bharu, dan Pasir Puteh. Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kelantan menyebutkan kondisi berangsur terkendali, namun petugas tetap siaga karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi.
Negara bagian Perak tercatat sebagai wilayah terdampak terparah berikutnya. Sebanyak 1.415 warga ditempatkan di 20 pusat penampungan di Perak Tengah, Manjung, Larut, Matang, Selama, serta Hilir Perak. Sementara itu, 205 warga di Terengganu mengungsi di daerah Besut.
Di Kedah, 371 warga terpaksa dievakuasi, disusul Penang yang mencatat 404 warga diungsikan di empat lokasi di Seberang Perai Utara dan Seberang Perai Tengah.
Selangor juga mencatat pengungsian sebanyak 327 orang dari 109 keluarga, sementara di Perlis jumlah pengungsi mencapai 1.426 orang. Otoritas lokal mengimbau masyarakat di kawasan rawan banjir untuk segera mengikuti instruksi evakuasi dan menghindari aktivitas di wilayah sungai atau dataran rendah.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia meminta masyarakat terus memantau kondisi cuaca dan elevasi permukaan air sungai. Warga juga diingatkan untuk menyiapkan kebutuhan dasar serta memprioritaskan keselamatan keluarga apabila proses evakuasi harus dilakukan.
Departemen Meteorologi Malaysia sebelumnya telah mengeluarkan peringatan hujan lebat berkepanjangan yang diproyeksikan berlangsung sepanjang pekan, terutama untuk wilayah pantai timur dan utara Semenanjung Malaysia.
Penulis : DI
Editor : IZ

















