Arsari Group Perusahaan Milik Hashim Djojohadikusumo: Targetkan Gas West Natuna Mengalir ke Batam pada 2027

- Publisher

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Arsari Group milik pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo, melalui anak usahanya PT Nations Natuna Barat, diperkirakan baru akan mulai menyalurkan gas dari Cekungan West Natuna ke Batam pada tahun 2027. Pasokan gas tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan energi yang saat ini membebani sektor industri di Kota Batam.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Darwin, menjelaskan bahwa hingga saat ini proyek pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping masih berada pada tahap penyusunan dokumen lingkungan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).

“Terakhir yang kami ikuti, PLN EPI masih menyusun dokumen lingkungannya. Harapannya tahun ini bisa selesai, karena panjang pipanya relatif pendek, sekitar 4,5 kilometer,” ujar Darwin, Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA:  Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Ia menegaskan bahwa meskipun jalur pipa relatif singkat, penyaluran gas belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena lapangan gas West Natuna sendiri belum berproduksi. Produksi gas dari lapangan tersebut ditargetkan baru dimulai pada kuartal pertama 2027.

“Tahun ini belum bisa disalurkan. Gasnya memang dari lapangan Natuna, dan target produksinya baru mulai 2027,” katanya.

Di sisi lain, Batam saat ini masih bergantung pada pasokan gas dari Blok Corridor milik Medco Energi yang berlokasi di Sumatra Selatan dan Jambi. Namun, Darwin mengungkapkan bahwa produksi dari blok tersebut terus mengalami penurunan secara alamiah akibat usia lapangan yang sudah tua.

BACA JUGA:  Menteri ESDM Minta Petunjuk Presiden soal Pengelolaan Tambang oleh Pesantren

“Gasnya memang makin sedikit. Lapangan-lapangan lama sudah menurun produksinya, jadi tidak banyak yang bisa dibagi ke konsumen,” jelasnya.

Penurunan pasokan gas ini berdampak langsung terhadap dunia usaha di Batam. Sejumlah industri terpaksa menanggung biaya energi yang semakin tinggi, baik dari kenaikan harga gas maupun tarif listrik, sembari menunggu pasokan baru dari Natuna terealisasi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menilai tekanan biaya energi mulai menggerus arus kas perusahaan dan menurunkan daya saing industri Batam.

“Kenaikan harga gas langsung menaikkan biaya produksi. Efeknya berantai, karena tarif listrik ikut terdorong,” ujar Rafki.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat Batam semakin sulit bersaing dengan kawasan industri di negara tetangga yang menawarkan harga energi lebih murah dan stabil.

BACA JUGA:  Paket Ekonomi 2025: Strategi Pemerintah Mengakselerasi Pertumbuhan

“Kalau dibiarkan, investor bisa menilai Batam sudah tidak kompetitif lagi,” katanya.

Rafki menambahkan, meskipun pemerintah pusat telah mendorong berbagai solusi, seperti pengembangan jaringan gas rumah tangga hingga pembangunan pipa Natuna–Batam, langkah tersebut belum mampu meredam tekanan energi dalam jangka pendek.

“Pasokan gas baru harus benar-benar direalisasikan. Jalur Natuna–Batam jangan terus jadi wacana,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan gas domestik dibandingkan ekspor, mengingat dampaknya yang bisa bersifat sistemik terhadap perekonomian nasional.

“Kalau pasokan dalam negeri terganggu, dampaknya ke ekonomi bisa sangat luas,” pungkas Rafki.

Penulis : IZ

Sumber Berita: BISNIS.COM

Berita Terkait

Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional, Batam Jadi Motor Utama Investasi
Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu
BI: Penyaluran Kredit di Kepri Tembus Rp105,42 Triliun, Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan
Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam
Inflasi Batam Tembus 3,99 Persen, Amsakar Soroti Tiga Komoditas Pemicu Kenaikan Harga
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Batam Makin Strategis! RI-Singapura Sepakati 6 Kerja Sama, FTZ Kini Mencakup 22 Pulau

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:46 WIB

Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional, Batam Jadi Motor Utama Investasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:01 WIB

Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:53 WIB

BI: Penyaluran Kredit di Kepri Tembus Rp105,42 Triliun, Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:39 WIB

Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:38 WIB

Inflasi Batam Tembus 3,99 Persen, Amsakar Soroti Tiga Komoditas Pemicu Kenaikan Harga

Berita Terbaru

Cristiano Ronaldo dalam konferensi pers jelang laga Portugal VS Spanyol. Foto: Istimewa

Olahraga

Ronaldo Umumkan Pensiun dari Piala Dunia Usai Edisi 2026

Senin, 6 Jul 2026 - 06:33 WIB