INIKEPRI.COM — Sinar matahari pagi kerap dianggap sepele, padahal paparan cahaya alami di awal hari menyimpan beragam manfaat penting bagi kesehatan fisik dan mental. Saat intensitas sinar belum terlalu kuat, tubuh justru memperoleh keuntungan optimal tanpa risiko berlebihan bagi kulit.
Salah satu manfaat utama sinar matahari pagi adalah kemampuannya membantu memperbaiki suasana hati. Paparan cahaya matahari merangsang otak memproduksi serotonin, senyawa kimia yang berperan dalam menciptakan perasaan tenang, fokus, dan bahagia. Inilah sebabnya, orang yang jarang terpapar sinar matahari kerap mengalami penurunan mood hingga gejala depresi ringan.
Tak hanya berdampak pada kesehatan mental, sinar matahari juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi tubuh, khususnya dalam pembentukan vitamin D yang dibutuhkan tulang, otot, serta sistem kekebalan tubuh.
Beragam Manfaat Sinar Matahari bagi Kesehatan
Berikut sejumlah manfaat paparan sinar matahari pagi yang dirangkum dari berbagai sumber kesehatan terpercaya:
1. Membantu meredakan depresi
Paparan sinar matahari diketahui dapat meningkatkan kadar serotonin di otak. Zat ini berpengaruh besar terhadap kestabilan emosi dan suasana hati. Kekurangan cahaya matahari berpotensi menurunkan kadar serotonin, yang dapat memperburuk gejala depresi.
Manfaat ini juga dirasakan oleh penderita gangguan afektif musiman, gangguan disforik pramenstruasi, hingga kecemasan yang kerap dipicu perubahan musim atau kurangnya paparan cahaya alami.
2. Menjaga kesehatan tulang
Sinar matahari membantu kulit memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin ini berperan penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor, yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko rakhitis pada anak-anak, serta osteoporosis dan osteomalasia pada orang dewasa.
3. Membantu mengatasi masalah kulit tertentu
Dalam batas yang wajar, sinar matahari juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan beberapa gangguan kulit, seperti psoriasis, eksim, jerawat, hingga penyakit kuning. Namun, paparan tetap harus terkontrol agar tidak memicu iritasi atau kerusakan kulit.
4. Menurunkan risiko kanker tertentu
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari dalam jumlah cukup dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Sebaliknya, paparan berlebihan justru meningkatkan risiko kanker kulit.
Studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di wilayah dengan intensitas sinar matahari rendah memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker usus besar, limfoma Hodgkin, kanker ovarium, pankreas, dan prostat. Hal ini dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.
5. Meningkatkan kualitas tidur
Paparan sinar matahari pagi berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Cahaya alami membantu tubuh mengenali waktu bangun dan waktu istirahat.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari langsung pada pagi hari, terutama antara pukul 08.00 hingga 10.00, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, khususnya pada kelompok lanjut usia yang kemampuan matanya menyerap cahaya mulai menurun.
Durasi berjemur yang dianjurkan
Para ahli menyarankan paparan sinar matahari selama sekitar 5–15 menit, dua hingga tiga kali dalam seminggu, dengan area yang terpapar meliputi wajah, tangan, dan lengan. Agar vitamin D dapat terbentuk secara optimal, sinar matahari perlu mengenai kulit secara langsung.
Meski demikian, penggunaan tabir surya, topi, atau pelindung kepala tetap dianjurkan, terutama bagi individu dengan kulit cerah yang lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari berlebihan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















