INIKEPRI.COM – Peringatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-79 menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah perjuangan kader di seluruh Indonesia. Di usia yang kian matang, HMI diharapkan terus menjaga peran historisnya sebagai kawah candradimuka lahirnya insan akademis, pencipta, dan pengabdi.
Ketua DPD KNPI Kepulauan Riau, Andhi Kusuma, menilai HMI bukan sekadar organisasi kader, tetapi ruang pembentukan karakter kepemimpinan yang berkelanjutan. Menurutnya, perjalanan 79 tahun HMI telah membuktikan kontribusi besar kadernya dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selamat Milad HMI ke-79. Ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi pengingat akan tanggung jawab moral dan intelektual kader untuk terus memberi makna bagi umat dan bangsa,” ujar Andhi kepada INIKEPRI.COM, Jum’at (6/2/2026).

Konteks Kepulauan Riau dan Tantangan Zaman
Andhi menekankan, tantangan kader HMI hari ini semakin kompleks, terutama di daerah strategis seperti Kepulauan Riau yang berada di wilayah perbatasan dan berhadapan langsung dengan dinamika global.
“Harapan saya, kader HMI mampu mengartikulasikan gagasan secara jernih, sekaligus menerjemahkannya menjadi kerja nyata yang berdampak. Di Kepulauan Riau, isu kemaritiman, ketenagakerjaan, ekonomi perbatasan, hingga kualitas sumber daya manusia adalah medan pengabdian yang nyata dan menantang,” tegasnya.
Ia menyebut, posisi Kepri sebagai beranda terdepan Indonesia harus dibaca sebagai peluang strategis bagi kader HMI untuk menumbuhkan kepekaan kebangsaan dan kepemimpinan yang berorientasi solusi.
“Kepri adalah etalase Indonesia di mata internasional. Kader HMI harus tampil sebagai intelektual Muslim yang moderat, progresif, dan mampu menjembatani kepentingan daerah dengan agenda pembangunan nasional,” lanjutnya.
Ajakan Merawat Nilai dan Etika Perjuangan
Lebih lanjut, Andhi mengajak seluruh kader HMI, khususnya generasi muda di Kepulauan Riau, untuk terus merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di tengah arus pragmatisme dan disrupsi zaman.
“Perubahan boleh cepat, tetapi nilai harus tetap kokoh. HMI harus menjadi penjaga etika, akal sehat, dan nurani publik, terutama ketika ruang-ruang pengabdian sering kali tergoda oleh kepentingan sesaat,” ujarnya.
Ia juga mendorong kader HMI untuk aktif mengambil peran di berbagai lini mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kepemudaan, dengan catatan harus tanpa kehilangan identitas dan integritas sebagai kader umat dan bangsa.
Ajakan dan Harapan
Menutup pernyataannya, Andhi berharap HMI terus menjadi rumah besar kader yang melahirkan pemimpin berkarakter, berwawasan luas, dan berani bertanggung jawab atas masa depan Indonesia.
“Mari jadikan Milad ke-79 ini sebagai titik tolak untuk memperkuat pengabdian. HMI harus tetap relevan dengan zaman, namun tidak tercerabut dari nilai perjuangannya. Dari Kepulauan Riau, saya mengajak kader HMI untuk terus bergerak, berkontribusi, dan menjaga Indonesia tetap utuh dalam semangat keilmuan dan keislaman,” pungkasnya.
Penulis : IZ

















