THR dan Uang Baru: Simbol Kesucian di Hari Raya Idulfitri

- Publisher

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, satu pemandangan yang selalu berulang di Indonesia adalah antrean masyarakat yang menukarkan uang lama dengan pecahan baru. Uang tersebut kemudian dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak, keluarga, hingga kerabat.

Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Bahkan, setiap tahunnya permintaan terhadap uang baru selalu meningkat seiring mendekatnya hari raya.

Lalu, apa yang membuat THR begitu identik dengan uang baru?

Salah satu alasannya adalah nilai simbolis yang melekat pada uang tersebut. Uang baru dianggap mencerminkan sesuatu yang bersih, segar, dan penuh harapan—sejalan dengan makna Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah dan memulai lembaran baru.

BACA JUGA:  Kata Peneliti, Ada Planet Misterius Dalam Perut Bumi

Selain itu, faktor estetika dan etika juga turut memengaruhi. Uang yang masih rapi, tidak lusuh, dan terlihat “baru” dinilai lebih pantas serta menyenangkan untuk diberikan, terutama kepada anak-anak. Dalam konteks budaya, hal ini juga dipandang sebagai bentuk penghormatan kepada penerima.

Tak heran jika pecahan kecil seperti Rp2.000 hingga Rp20.000 menjadi yang paling banyak diburu, karena praktis untuk dibagikan dalam jumlah banyak sekaligus tetap terlihat menarik dalam amplop Lebaran.

BACA JUGA:  Dokter Boyke Ungkap Ciri Wanita yang Liar di Ranjang

Dari sisi ekonomi, meningkatnya kebutuhan uang tunai ini juga diantisipasi oleh Bank Indonesia. Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI), bank sentral secara rutin menyediakan layanan penukaran uang baru dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Meski kini mulai berkembang tren THR digital melalui transfer atau dompet elektronik, penggunaan uang baru tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Selain faktor kebiasaan, sentuhan fisik dari uang yang diberikan langsung dinilai menghadirkan kehangatan tersendiri dalam momen silaturahmi.

BACA JUGA:  Cuma 2 Persen Orang yang Bisa Lihat Tulisan dalam Gambar

Pada akhirnya, identiknya THR dengan uang baru bukan hanya soal kepraktisan, tetapi juga perpaduan antara simbol, budaya, dan nilai sosial yang telah mengakar kuat di masyarakat. Tradisi ini pun diperkirakan akan terus bertahan, meski perlahan beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa depan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Wafat di Usia 73 Tahun
Efek Polemik Batam? Penonton Ramai Tinggalkan Venue Sebelum Juicy Luicy Tampil di Sukabumi
Desil DTSEN 2026 Tak Sesuai? Begini Cara Ajukan Perubahan Lewat HP
MaxOne Batam Kembali Hadirkan “Jom Merarau”, Makan Siang All You Can Eat Rp99 Ribu
Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Chip 2nm hingga Kamera 48 MP, Harganya Mulai Rp20 Jutaan
Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
iPhone Duo Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:02 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Bungsu Soekarno Wafat di Usia 73 Tahun

Minggu, 20 September 2026 - 09:05 WIB

Efek Polemik Batam? Penonton Ramai Tinggalkan Venue Sebelum Juicy Luicy Tampil di Sukabumi

Kamis, 17 September 2026 - 10:49 WIB

Desil DTSEN 2026 Tak Sesuai? Begini Cara Ajukan Perubahan Lewat HP

Senin, 14 September 2026 - 09:41 WIB

MaxOne Batam Kembali Hadirkan “Jom Merarau”, Makan Siang All You Can Eat Rp99 Ribu

Minggu, 13 September 2026 - 08:38 WIB

Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan

Berita Terbaru