INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama masyarakat Kecamatan Sekupang yang digelar di Aula SD Kartini 1 Sekupang, Sei Harapan, Sabtu (4/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyampaikan capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum serta permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta jajaran Pemerintah Kota Batam.
Ia menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk membersihkan hati dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk saling memaafkan dan menghilangkan prasangka. Jaga lisan dan jari kita, termasuk di media sosial, agar tidak menyakiti orang lain,” ujarnya.
Amsakar juga mengakui bahwa memimpin Kota Batam dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa bukanlah tugas yang ringan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan selama masa kepemimpinannya yang telah berjalan lebih dari satu tahun.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi dan tantangan.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan berdasarkan indikator makro. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren positif, dengan realisasi investasi yang meningkat signifikan hingga 155,5 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam saat ini menempati peringkat kelima terbaik di wilayah Sumatera. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Tak hanya itu, Batam juga masuk dalam enam kota di Indonesia dengan capaian penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), yang menjadi indikator keberhasilan dalam menciptakan lapangan kerja.
“Capaian ini bisa diukur secara objektif. Ketika ekonomi tumbuh, IPM meningkat, dan kemiskinan menurun, maka kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat juga ikut membaik,” jelasnya.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara turut mengalami peningkatan, dari 1,3 juta pada 2024 menjadi 1,6 juta pada 2025.
Namun demikian, Amsakar tidak menampik masih adanya sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, khususnya terkait pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.
Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh warga untuk menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika global, termasuk dampak krisis di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perekonomian.
“Hentikan narasi yang saling melemahkan. Mari kita bersinergi, mendukung pembangunan, dan menjaga kebersihan kota demi citra Batam yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : RP
Editor : IZ

















