Rival Pribadi: Tuduhan Tempo ke NasDem Bukan Kritik, Tapi Agitasi Berkedok Jurnalisme

- Publisher

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Batam Rival Pribadi. Foto: INIKEPRI.COM

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Batam Rival Pribadi. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Batam melontarkan protes keras terhadap pemberitaan majalah Tempo yang menyebut Partai NasDem sebagai “partai komersial yang akan diperjualbelikan”. Narasi tersebut dinilai tidak sekadar kritik politik, melainkan framing yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi partai politik.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Batam Rival Pribadi menegaskan, pemberitaan tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat dalam demokrasi karena memuat tuduhan serius tanpa dasar yang terang.

“Pemberitaan yang menyebut Partai NasDem sebagai ‘partai komersial yang akan diperjualbelikan’ adalah framing yang tidak hanya tendensius, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan demokrasi. Tuduhan seperti itu tidak bisa dilempar begitu saja ke ruang publik tanpa dasar yang kuat, bukti yang terang, dan pertanggungjawaban yang jelas,” ujar Rival dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

BACA JUGA:  Klaim Menang Aklamasi, Mardiono Didukung Pengurus “Liar” dari Kepri?

Menurutnya, apabila tuduhan dengan bobot serius seperti itu dipublikasikan tanpa verifikasi yang memadai, maka praktik tersebut bukan lagi bagian dari jurnalisme yang sehat.

“Jika tuduhan seperti ini disampaikan tanpa bukti konkret dan proses verifikasi yang jelas, maka ini bukan lagi jurnalisme. Ini adalah agitasi yang dibungkus dalam kemasan media,” tegasnya.

Rival juga mempertanyakan validitas informasi yang menjadi dasar laporan tersebut, termasuk sejauh mana prinsip keberimbangan dan verifikasi dijalankan oleh redaksi.

“Kami mempertanyakan secara terbuka, di mana bukti konkret dari tuduhan tersebut? Siapa yang bertanggung jawab atas validitas informasi ini? Apakah prinsip verifikasi dan keberimbangan benar-benar dijalankan secara utuh?” katanya.

Ia menilai, apabila pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab secara jelas, maka publik berhak menilai pemberitaan tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap Partai NasDem.

BACA JUGA:  Sinyal Telkomsel Mendadak Hilang di Batam, Ada Apa?

Lebih lanjut, Rival mengingatkan bahwa media massa memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu pilar demokrasi untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik.

“Media seharusnya menjadi penjaga akal sehat publik, bukan justru menjadi produsen kecurigaan dan ketidakpercayaan. Apa yang dilakukan dalam pemberitaan seperti ini patut diduga telah melampaui batas etika jurnalistik,” ujarnya.

Meski demikian, Rival menegaskan NasDem tetap terbuka terhadap kritik maupun evaluasi publik. Namun, menurutnya, kritik harus dibangun di atas fakta, bukan asumsi atau narasi yang menggiring opini.

“Kami tidak anti kritik. Kami terbuka terhadap evaluasi. Tetapi kami menolak segala bentuk narasi liar yang tidak berbasis fakta dan hanya bertujuan membangun persepsi negatif,” katanya.

Ia menegaskan Partai NasDem bukan komoditas politik, melainkan institusi yang berdiri di atas ideologi dan komitmen kebangsaan.

BACA JUGA:  Idul Adha 1444 H, Rival Pribadi Kurban 5 Ekor Sapi di Sekupang dan Belakangpadang

“Partai NasDem bukan komoditas. Partai NasDem adalah institusi politik yang berdiri di atas ideologi, komitmen kebangsaan, dan perjuangan demokrasi,” ucapnya.

Atas polemik tersebut, Fraksi NasDem DPRD Batam mendesak Tempo untuk memberikan klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban redaksional atas pemberitaan dimaksud.

Rival menegaskan pihaknya siap menempuh langkah lanjutan apabila tidak ada penjelasan yang dianggap memadai.

“Jika ini diabaikan, kami tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan publik yang telah kami bangun,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa polemik tersebut menyangkut kualitas demokrasi secara lebih luas, bukan sekadar reputasi partai.

“Ini bukan hanya soal nama baik partai. Ini soal menjaga marwah demokrasi dari distorsi informasi. Kami tidak akan diam,” tutup Rival.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Berita Terbaru