INIKEPRI.COM – Sebuah penghargaan kembali membawa nama Batam ke panggung nasional. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima penghargaan kategori Pembangunan Ekonomi Daerah dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, di Jakarta Concert Hall (JCH), Gedung iNews Tower.
Di balik penghargaan itu, ada sederet angka yang menggambarkan geliat ekonomi Batam. Sepanjang 2025, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen dengan nilai PDRB sekitar Rp253,64 triliun.
Sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 57 persen. Sementara investasi terus bergerak. Berdasarkan pendekatan bottom-up BP Batam, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
Momentum tersebut berlanjut pada 2026. Hingga semester pertama, investasi yang masuk ke Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.
Namun Amsakar tidak melihat penghargaan itu sebagai garis akhir.
Baginya, sebuah apresiasi justru membawa tanggung jawab baru agar pemerintah daerah bekerja lebih keras memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, kami mengucapkan terima kasih. Kami yakin apresiasi yang kami dapat ini menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk lebih optimal lagi,” ujar Amsakar.
Ia pun tidak mengklaim penghargaan tersebut sebagai hasil kerja seorang kepala daerah semata.
Amsakar mendedikasikannya kepada masyarakat Batam, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, DPRD Kota Batam, Forkopimda hingga seluruh jajaran pemerintah daerah yang terlibat dalam pembangunan.
Sebab, menurutnya, membangun Batam tidak bisa dikerjakan sendirian.
“Penghargaan ini sangat luar biasa untuk memacu kinerja kami pemerintah daerah,” katanya.
Angka Ekonomi Harus Berujung pada Kesejahteraan
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu wajah Batam yang terus berubah. Kota industri tersebut tidak hanya mengandalkan sektor manufaktur, tetapi juga mulai memperkuat investasi dan sektor-sektor ekonomi baru.
Di saat yang sama, sejumlah indikator pembangunan manusia juga menunjukkan perkembangan.
Pada 2025, IPM Batam mencapai 83,80, sedangkan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.
Bagi Amsakar, capaian tersebut harus ditempatkan dalam satu kerangka besar: bagaimana pertumbuhan ekonomi, investasi dan pembangunan daerah pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sekitar satu tahun enam bulan sejak dirinya bersama Li Claudia menerima amanah memimpin Batam, pemerintah daerah terus berupaya menjaga momentum tersebut.
Tetapi perjalanan itu belum selesai.
Justru setelah penghargaan diterima, pekerjaan rumah pembangunan Batam semakin besar. Pertumbuhan harus dijaga, investasi harus terus didorong dan manfaat pembangunan harus semakin terasa hingga ke masyarakat.
Karena itu, Amsakar menekankan pentingnya mempertahankan semangat kolaborasi.
“Narasi kebersamaan ini harus menjadi modal baru bagi Kota Batam untuk bergerak lebih cepat lagi,” tegasnya.
Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 akhirnya bukan hanya tentang trofi yang dibawa pulang dari Jakarta.
Bagi Batam, penghargaan itu menjadi semacam cermin atas perjalanan pembangunan sekaligus pengingat bahwa angka pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih berarti ketika mampu diterjemahkan menjadi lapangan kerja, peluang usaha, investasi yang berkualitas dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















