INIKEPRI.COM – Perjalanan dari Karimun menuju Batam membawa cerita membanggakan bagi keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun.
Tim perfilman MAN Karimun berhasil meraih penghargaan “The Best Dedicate Out Towner” dalam ajang Rekam Festival 2026, sebuah festival yang menjadi ruang apresiasi bagi para kreator muda di bidang audio visual dan perfilman.
Penghargaan tersebut diterima perwakilan tim perfilman MAN Karimun di Gedung Technopreneur, Politeknik Negeri Batam, Sabtu (3/10/2026).
Lima anggota tim, yakni Awan, Umar, Yusuf, Asyifa Naufalia, dan Amel, hadir bersama guru pembina mereka, Indah Novilia, untuk menerima trofi dan apresiasi.
Bagi tim tersebut, penghargaan ini bukan sekadar sebuah trofi. Ada proses panjang, kreativitas, kekompakan, serta perjuangan yang harus dilewati sebelum akhirnya nama MAN Karimun dipanggil sebagai penerima penghargaan.
Kepala MAN Karimun, Peri Yudianto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para siswa dan guru pembina yang telah membawa nama madrasah hingga ke panggung regional.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras, dedikasi, serta kreativitas anak-anak kami bersama guru pembina. Meskipun berasal dari luar Batam, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menunjukkan totalitas dalam berkarya.” ujar Peri.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak bukan alasan untuk berhenti berkarya.
Ia berharap pencapaian itu dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa MAN Karimun lainnya untuk terus mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang seni, teknologi, dan perfilman.
Perjuangan Panjang dari Karimun
Guru pembina tim perfilman MAN Karimun, Indah Novilia, mengatakan proses yang dilalui para siswa tidak mudah.
Mulai dari menyusun konsep, memproduksi film, hingga mempersiapkan perjalanan menuju Batam, seluruh tahapan membutuhkan kerja sama dan ketekunan.
“Anak-anak telah melalui proses yang tidak mudah, mulai dari penggarapan konsep, pembuatan film, hingga perjalanan ke Batam. Penghargaan ‘The Best Dedicate Out Towner’ ini sangat layak mereka dapatkan melihat bagaimana tingginya dedikasi dan ketekunan yang mereka tunjukkan selama ini,” kata Indah.
Sebagai peserta yang datang dari luar Batam, tim MAN Karimun juga harus menghadapi tantangan dalam hal persiapan dan logistik.
Namun, dukungan dari pihak madrasah serta kekompakan para anggota tim menjadi modal penting hingga mereka mampu tampil dan membawa pulang penghargaan.
“Perjuangan Kami dari Karimun Terbayar”
Salah satu anggota tim, Yusuf, mengaku tidak menyangka ketika namanya dipanggil untuk menerima penghargaan mewakili tim.
Perasaan bangga bercampur haru menjadi pengalaman tersendiri setelah melewati proses panjang dalam produksi karya.
“Rasanya campur aduk antara senang, bangga, dan tidak menyangka. Perjuangan kami dari Karimun terbayar sudah dengan apresiasi ini,” ujar Yusuf.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah, guru pembina, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses mengikuti Rekam Festival 2026.
Prestasi tim perfilman MAN Karimun tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang kreativitas pelajar madrasah semakin luas.
Dari sebuah karya audio visual, para siswa tidak hanya belajar tentang proses produksi film, tetapi juga tentang kerja sama, disiplin, keberanian tampil, dan bagaimana mengubah gagasan menjadi sebuah karya yang mampu mendapatkan apresiasi.
Rekam Festival 2026 sendiri menjadi salah satu ruang bagi kreator muda untuk mengekspresikan gagasan melalui karya audio visual dan perfilman.
Bagi MAN Karimun, penghargaan ini menjadi tambahan catatan prestasi sekaligus dorongan untuk terus membuka ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Penulis : RP
Editor : IZ

















