Gawat! Geger 4.800 Kotak Es Krim Terkontaminasi COVID-19 di China

- Publisher

Senin, 18 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(NY Times)

(NY Times)

INIKEPRI.COM – Lebih dari 4.800 kotak es krim, terkontaminasi COVID-19 di China. Itu diketahui setelah salah satu sampel yang diuji dinyatakan positif terkena virus Corona.

Saat ini otoritas berwenang di China tengah melacak orang-orang yang kemungkinan telah melakukan kontak, atau mengkonsumsi es krim yang diproduksi oleh Tianjin Daqiaodao Food Company tersebut.

Otoritas anti-epidemi di Tianjin mengatakan, total 935 kotak es krim yang terpapar COVID-19, dari 2.747 kotak yang memasuki pasar, berada di kota dan hanya 65 yang dijual ke pasar. Saat ini, otoritas tersebut mengimbau warga yang mungkin telah membeli es krim itu untuk melaporkan kesehatan dan pergerakan mereka.

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 Alami Ereksi Selama 3 Jam, Akhirnya Meninggal karena Pembekuan Darah

Perusahaan tersebut kini telah menyegel dan menyimpan semua es krim produksi mereka, sejak mengetahui bahwa 4.836 kotak es krim dinyatakan positif terpapar virus mematikan tersebut. 

Selain menarik produksi es krim, 1.662 karyawan perusahaan juga telah dikarantina, dengan mengikuti panduan dari Tianjin Center for Disease Control.

BACA JUGA:  Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh

Dilansir dari The Sun, investigasi awal mengungkap perusahaan tersebut memproduksi sejumlah es krim menggunakan bahan mentah, termasuk susu bubuk yang diimpor dari Selandia Baru dan bubuk whey yang diimpor dari Ukraina.

Seorang ahli virus dari Universitas Leeds, Dr Stephen Griffin, mengatakan bahwa perkembangan itu tidak mungkin menjadi penyebab kepanikan.

“Saya pikir ini berasal dari seseorang, dan tanpa mengetahui detailnya. Kita mungkin tidak perlu panik bahwa setiap es krim tiba-tiba akan terkontaminasi virus corona,” kata Griffin.

BACA JUGA:  Cegah Covid - 19, Solidaritas Pemuda Kampung Baru Madung Semprot Disinfektan

Beberapa hari yang lalu, China melaporkan kematian akibat COVID-19 untuk pertama kali sejak delapan bulan terakhir. Sementara itu, para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah tiba di China untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul pandemi.

Sebuah tim yang terdiri dari sepuluh ahli virologi dan ilmuwan lain dari WHO, akan menghabiskan sekitar satu bulan di Wuhan, tempat kasus COVID-19 pertama terdeteksi setahun lalu, untuk menyelidiki bagaimana virus mematikan itu bertahan. (RM/Viva)

Berita Terkait

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis
Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga
Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar
Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:01 WIB

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis

Minggu, 1 November 2026 - 08:10 WIB

Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Berita Terbaru