Beringas! Usai Tembak Warga, Tentara Myanmar Colong Kotak Amal Masjid

- Publisher

Senin, 19 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Myanmar Now)

(Foto: Myanmar Now)

INIKEPRI.COM – Pasukan militer tentara Myanmar semakin beringas, baru-baru ini dikabarkan setelah menembak warganya sendiri, kemudian mereka membobol kotak amal di sebuah masjid.

Sejumlah media dalam negeri Myanmar terus menginformasihkan sejumlah berita terkait kebengisan pasukan militer Myanmar yang secara brutal mengamankan bahkan mengusir warganya yang berdemo menentang kudeta militer.

Pada hari Selasa, 13 April 2021 pasukan junta militer Myanmar diberitakan menembak mati dua warga sipil dan membobol kotak amal masjid di kota Myitnge, wilayah Mandalay.

Berdasarkan laporan Myanmar Now, penembakan tentara Myanmar kepada warganya bermula ketika seorang warga sipil melakukan pemogokan dan bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM).

BACA JUGA:  Corona Masih Menggila, China Ngotot Gelar Festival Makan Daging Anjing

“Mereka datang untuk menangkapi warga sipil yang melakukan CDM,” kata seorang penduduk yang tidak disebut namanya.

Kemudian ketika pun keluar untuk melaksanakan aksi unjuk rasa, militer Myanmar mulai menembaki ke arah massa.

“Mereka juga melakukan penembakan sepanjang hari ini. Jadi kami tidak bisa keluar,” katanya, dikutip dari Hops pada Minggu, 18 April 2021.

Kemudian sekitar jam dua siang pada Rabu, 14 April 2021, tentara menghancurkan barikade yang dipasang warga setempat, dan menembaki rumah-rumah di Thazin.

BACA JUGA:  Hujan Deras Disertai Butiran Es Terjadi di Masjidil Haram

Bahkan dikabarkan pula sebuah kotak amal di masjid setempat juga dibobol dan uang di dalamnya dijarah oleh tentara, kata seorang penduduk.

“Kami masih belum tahu berapa banyak uang yang mereka ambil. Mereka masih memblokir area sehingga kami tidak bisa keluar,” tambah mereka.

Juru bicara militer Myanmar belum berkomentar terkait pembunuhan kedua pria tersebut dan penjarahan kotak amal masjid.

Terkait situasi terbaru di Myanmar, seorang pekerja bantuan dari Myitnge mengungkapkan, sukarelawan yang membantu merawat orang terluka dan mengumpulkan jenazah semakin langka, karena bahaya melakukan pekerjaan semacam itu.

BACA JUGA:  China Uji Coba Vaksin COVID-19 Hirup

Dia menambahkan, seorang pria ditembak mati pada Selasa di kota Sintgaing sekitar 16 km dari Myitnge.

“Kami langsung mengkremasi tubuhnya di hari yang sama. Saya tidak bisa memberitahu Anda detailnya. Situasinya sama sekali tidak bagus di sini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 100 orang melakukan demo kudeta Myanmar setiap hari di Myitnge, kata penduduk di sana. (ER/Hops)

Berita Terkait

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Berita Terbaru