Punya 6.000 Roket, Siapa yang Biayai Hamas?

- Publisher

Rabu, 19 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(AP / Hatem Moussa)

(AP / Hatem Moussa)

INIKEPRI.COM – Di tengah serangan Israel ke jalur Gaza dalam 2 pekan terakhir, nama Hamas kembali mencuat sebagai kelompok yang aktif menembakkan roket ke Israel.

Hamas adalah salah satu organisasi politik terbesar yang ada di Palestina. Nama ini merupakan akronim dari Harakat Al-Muqawamah Al-Islamiyah yang memiliki arti Gerakan Perlawanan Islam.

Kelompok ini dinilai banyak negara barat sebagai kelompok bersenjata yang paling ekstrem di Palestina. Bahkan Amerika Serikat pun menyebut Hamas sebagai kelompok teroris.

BACA JUGA:  Presiden Haiti Disiksa Sebelum Dibunuh, Lengan dan Kaki Patah

Namun, banyak yang tidak peduli terhadap klasifikasi Amerika Serikat tersebut, termasuk tentunya warga Palestina. Apalagi Amerika Serikat dianggap selalu condong membela Israel selama puluhan tahun.

Jerusalem Post menulis pada 11 Mei 2021 bahwa gudang senjata Hamas menyimpan 5.000-6000 roket dengan jarak 40-50 km. Sementara Palestinian Islamic Jihad atau Jihad Islam Palestina (PIJ) memiliki sekitar 8.000 roket. Media yang condong ke Israel ini menulis berdasarkan infomasi dari dari intelijen Israel.

BACA JUGA:  Kesepakatan Bersejarah Indonesia-Uni Eropa: Dari Perdagangan hingga Visa Schengen

Sementara itu jumlah personil Hamas diperkirakan mencapai 40.000 orang, adapun PIJ sekurang-kurangnya 9.000 orang.

Lalu dari mana Hamas mendapatkan uang? Tentu dengan konflik puluhan tahun, ekonomi Palaestina serta Hamas sendiri sulit untuk membiayai perang beserta persenjataannya.

Dikutip dari DW, sekutu utama Hamas adalah Emir Qatar Sheik Hamad bin Khalifa al-Thani. Dia menjadi pemimpin negara pertama yang mengunjungi Hamas pada 2012 lalu. Dikabarkan dia telah menyumbang sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 25,2 triliun ke Hamas.

BACA JUGA:  Proyek Ambisius MBS Dikaitkan dengan Tanda Akhir Zaman

Hamas juga didukung oleh Turki. Dalam pembicaraan sebelum Hamas meluncurkan serangan roket terhadap Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dukungan politik untuk pemimpinnya Ismail Haniyeh.

Organisasi ini juga didukung oleh berbagai inisiatif dan yayasan non-negara, beberapa di antaranya berbasis di Jerman. Menurut mingguan Jerman Der Spiegel, sumbangan untuk Hamas dari kelompok yang berbasis di Jerman meningkat. (RWH/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:40 WIB

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Berita Terbaru