Chinatown Singapura Sepi Bak Kota Hantu, Karena Klaster COVID-19

- Publisher

Minggu, 19 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: The News Paper)

(Foto: The News Paper)

INIKEPRI.COM – Para pedagang di Chinatown, Singapura kembali bersedih karena dagangan mereka sepi.

Sebagian besar kios bahkan tetap memilih tutup. Kompleks yang menampung 700 kios itu ditutup mulai pukul 15.00 pada Minggu (12/9) hingga 23.59 pada Rabu (15/9) karena muncul klaster COVID-19.

Mulanya ada 66 kasus COVID-19 di tempat tersebut. Klaster kemudian berkembang mencapai 242 kasus.

BACA JUGA:  Varian COVID-19 India `Ngamuk`, Singapura Tutup Sekolah!

Sebagian besar yang terinfeksi adalah pemilik kios dan asisten yang bekerja di tempat tersebut.

Pusat makanan adalah tempat yang populer bagi para lansia kumpul-kumpul. Straits Times menyebut Chinatown layaknya kota hantu saat jam 10 pagi hingga sore hari.

Hanya sekitar 10 dari 260 kedai makanan yang buka dan hampir tidak ada orang yang mampir untuk makan.

BACA JUGA:  367 Anak-anak Singapura Terinfeksi COVID-19

Orang-orang yang bekerja di beberapa kios yang buka mengatakan ada penurunan 80 hingga 90 persen dalam jumlah pejalan kaki.

Di Knight’s Kitchen, sebuah kedai makanan India di sudut pusat makanan mengatakan bahwa dia hanya menjual delapan bungkus briyani antara pukul 8 pagi hingga 13.30 siang. Pada hari-hari biasa, dia bisa menjual sekitar 100 paket dalam waktu itu.

BACA JUGA:  Divonis Meninggal Karena COVID-19, Wanita India Ini Pulang ke Rumah Setelah Kematiannya

Pria berusia 56 tahun tersebut mengatakan khawatir karena harus membayar SGD 600 dolar untuk sewa kios bulan ini. Padahal, pengunjung takut datang.

“Orang-orang takut datang ke sini karena kasus Covid-19, tetapi saya membuka kios saya karena saya perlu memberi makan keluarga saya,” katanya, dilansir dari JAWAPOS.

Berita Terkait

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:40 WIB

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Berita Terbaru