Chinatown Singapura Sepi Bak Kota Hantu, Karena Klaster COVID-19

INIKEPRI.COM – Para pedagang di Chinatown, Singapura kembali bersedih karena dagangan mereka sepi.

Sebagian besar kios bahkan tetap memilih tutup. Kompleks yang menampung 700 kios itu ditutup mulai pukul 15.00 pada Minggu (12/9) hingga 23.59 pada Rabu (15/9) karena muncul klaster COVID-19.

Mulanya ada 66 kasus COVID-19 di tempat tersebut. Klaster kemudian berkembang mencapai 242 kasus.

Sebagian besar yang terinfeksi adalah pemilik kios dan asisten yang bekerja di tempat tersebut.

Pusat makanan adalah tempat yang populer bagi para lansia kumpul-kumpul. Straits Times menyebut Chinatown layaknya kota hantu saat jam 10 pagi hingga sore hari.

Hanya sekitar 10 dari 260 kedai makanan yang buka dan hampir tidak ada orang yang mampir untuk makan.

Orang-orang yang bekerja di beberapa kios yang buka mengatakan ada penurunan 80 hingga 90 persen dalam jumlah pejalan kaki.

Di Knight’s Kitchen, sebuah kedai makanan India di sudut pusat makanan mengatakan bahwa dia hanya menjual delapan bungkus briyani antara pukul 8 pagi hingga 13.30 siang. Pada hari-hari biasa, dia bisa menjual sekitar 100 paket dalam waktu itu.

Pria berusia 56 tahun tersebut mengatakan khawatir karena harus membayar SGD 600 dolar untuk sewa kios bulan ini. Padahal, pengunjung takut datang.

“Orang-orang takut datang ke sini karena kasus Covid-19, tetapi saya membuka kios saya karena saya perlu memberi makan keluarga saya,” katanya, dilansir dari JAWAPOS.

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
3PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!