Mengenal Akau Potong Lembu, Jejak Kuliner Legendaris di Tanjungpinang

- Publisher

Minggu, 27 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Akau Potong Lembu adalah salah satu pusat kuliner di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Di kawasan tersebut, wangi aroma masakan langsung memanjakan pengunjung yang datang. Pedagang terlihat sibuk mengolah bahan makanan.

Dikutip dari pemberitaan nationalgeographic.grid.id tahun 2018, nama Jalan Potong Lembu berawal dari masa konfrontasi Tanjungpinang yang putus hubungan dengan Malaysia dan Singapura.

Diceritakan Angkatan Laut (bagian koperasi) di Tanjungpinang memenuhi kebutuhan daging dengan “mengimpor” sapi dari Madura.

Sapi dan lembu dari Madura tersebut kemudian disimpan dan dipotong di jalan yang saat ini diberi nama Jalan Potong Lembu.

Hal tersebut diceritakan oleh Antoni Chia (72) warga sekitar saat menceritakan pendirian Akau Potong Lembu di masa Konfrontasi Indonesia Malaysia pada tahun 1962-1966.

Tanjungpinang sendiri berada di pulau yang di wilayah strait settlements yakni sebuah selat ramai dengan pulau-pulau yang ditinggali warga multi kultural.

BACA JUGA:  Rahma Serahkan Bantuan Sarana Pendukung Kepada Lembaga Kemasyarakatan

Kawasan itu juga menjadi pusat lintasan dagang dan transportasi laut sejak awal Jalur Sutera Maritim dan Rempah mulai abad ke-2 sampai abad ke-18.
Setidaknya Bintan dan Tanjungpinang memiliki hubungan dagang dengan Cina di masa Dinasti Song (960-1127). Hal tersebut terbukti dari ditemkannya keramik pada penggalian arkeologi di Pulau Singkep dan Bintang.

Setelah Portugi menyerang Malaka pada tahun 1611, Sultan Mahmud Syah penguasa Kesultanan Melayu kala itu memindahkan pusat kerajaannya ke Bintan.

Di saat bersamaan, menyusul perpindahan pusat dagang Malak ke Aceh. Bintan pun lekat dengan dua kekuatan Eropa yang berbisnis di kawasa tersebut yakni Inggris dan Belanda.

BACA JUGA:  Terjadi 100 Kebakaran di Tanjungpinang Pada Januari-September 2021

Namun saat Traktat London 1825 diberlakukan, Bintan dan sekitarnya masuk dalam kekuasaan resmi Belanda.

“Mungkin tak banyak yang mengingat kisah ini ya,”ujar Antoni menambahkan.

Kala itu ada satu orang Hainam yang bernama Aaku berjualan di Jalan Potong Lembu.

Akau berjualan malam hari dengan menyediakan lima meja untuk pelanggannya. walapun kecil, namun kedai milik Akau selalu ramai.

Akhirnya kawasan tersebut terkenal dengan nama Akau Potong Lembu dan menjadi jujugan favorit warga Tanjungpinang dan wisatan yang datang.

Menu yang disediakan cukup beragam mulai dari sup ukan dengan sayur asinan sawi, sate ayam, cumi goreng tepung, dan juga ayam goreng bawang, Di Akau Potong Lembu juga tersedia kerang rebus yang menjadi ikon Tanjungpinang yakni siput gonggong.

BACA JUGA:  Pemerintahan Rahma Fokus Tingkatkan Penerangan Jalan Umum

Kedai kopi lawas

Di Tanjungpinang, tak terhitung daftar kuliner yang merupakan wujud keberagaman budaya suku Melayu, Cina, India, Arab, Eropa dan suku asli Indonesia dari Jawa hingga Bugis.
Sebut saja nasi lemak, nasi dagang, es dohot, lakse, nasi ayam khas pecinan hingga roti jala.

Ada juga mi tarempa dan luti gendang khas Anambas yang menjadi salah satu favorit warga setempat.

Selain itu ada sederet kopi lawas yang berusia puluhan tahun mengiasi wajah Kota Tanjungpinang. Menu andalannya adalah kopi O, kopi kosong, kopi susu, sori srikaya dan telur setengah matang.

Belum lagi ditemani roti prata India yang disajikan dengan kuah gulai dan aneka lauk-pauk khas Melayu.

Jadi jika ke Tanjungpinang, jangan coba cicipi kuliner khasnya ya. (AFP/KOMPAS)

Berita Terkait

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026
Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode
Lis Darmansyah Resmikan Gerai Perdana Indomaret di Tanjungpinang pada 19 Juni
Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri 2026-2031, Anindya Bakrie: Kepri Tepat Kembangkan Perdagangan dan Industrialisasi
23 Gerai Koperasi Merah Putih di Kepri Rampung, Operasional Ditargetkan Mulai Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:36 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Orang Tua Murid Tak Perlu Khawatir, SPMB 2026 Tanjungpinang Tak Wajibkan KK Ber-Barcode

Berita Terbaru