Pemprov Kepri Terus Gesa Penurunan Level PPKM

- Publisher

Sabtu, 25 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: OKEZONE)

(Foto: OKEZONE)

INIKEPRI.COM – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus menggesa penurunan level PPKM di seluruh kabupaten/kota.

Hal ini dilakukan seiring menurunnya angka penyebaran virus COVID-19 di daerah tersebut.

“Sampai dengan tanggal 24 September 2021 seluruh kabupaten dan kota di Kepri berada di PPKM level tiga,” kata Wakil Ketua Satgas COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, dilansir dari ANTARA Jumat 24 September 2021.

Berbagai indikator penilaian level PPKM di Kepri, kata dia, sudah menunjukkan perbaikan yang bagus beberapa pekan belakangan. Angka kasus positif harian, keterisian rumah sakit, dan kematian akibat COVID-19 sudah menunjukkan penurunan yang drastis.

“Jadi beberapa kabupaten dan kota seharusnya sudah turun ke level dua atau level satu,” ujarnya.

Tjetjep yang seorang ahli epidemiologi itu juga menjelaskan ada dua komponen utama yang menjadi asesmen levelisasi COVID-19 oleh pemerintah pusat, yakni transmisi komunitas dan kapasitas respon.

BACA JUGA:  Plt. Wali Kota Tanjungpinang Sampaikan Pendapat Raperda Hak Keuangan Administrasi DPRD

Masing-masing komponen tersebut terdiri dari tiga indikator. Komponen transmisi komunitas terdiri dari indikator kasus konfirmasi, rawat inap, dan kematian.

Sementara komponen kapasitas respon terdiri dari indikator testing, tracing, dan treatment.

“Dari keenam indikator terhadap dua komponen asesmen tersebut, yang masih menjadi hambatan untuk penurunan level ada di rendahnya capaian tracing di beberapa daerah,” ungkapnya.

Tjetjep memberikan contoh pada Kota Batam saat ini kasus konfirmasi sudah menyentuh angka 3,50 per 100 ribu penduduk dalam satu pekan. Menurut asesmen, angka tersebut sudah berada di tingkat satu.

Lalu rawat inap rumah sakit di Batam berada di angka 7,65 per 100 ribu penduduk dalam satu pekan atau berada pada tingkat dua. Begitu juga dengan angka kematian yang ada di angka 0,58 per 100 ribu penduduk yang berada di level satu.

Namun demikian, angka tracing di Batam saat ini baru mencapai angka 4,86 rasio kontak erat. Artinya, dalam 1 kasus positif COVID-19, Pemkot Batam hanya menelusuri sebanyak 4 orang lainnya. Angka ini jauh dari standar WHO yang menetapkan setiap satu kasus positif maka harus dilakukan tracing terhadap 15 orang lainnya.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Usulkan Kembali Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Gambaran serupa terjadi di Kabupaten dan kota lain di Kepri. Beberapa daerah masih terhalang dengan rendahnya capaian tracing kasus positif. Tercatat hanya Kabupaten Anambas dan Natuna yang berhasil melewati standar WHO.

“Kabupaten Anambas mencatat angka tracing di 16,00 dan Kabupaten Natuna sudah mencatatkan capaian tracing di angka 18,00,” paparnya.

Sementara itu, Pj. Sekdaprov Kepri Lamidi menyatakan untuk mempercepat tracing sesuai dengan standar WHO, maka semua kabupaten dan kota sesuai dengan pedoman Menteri Dalam Negeri agar melakukan tracing terhadap tetangga di sekeliling lingkungan sampai dengan 15 orang di lokasi kasus positif itu berada.

BACA JUGA:  Ditargetkan Rampung Desember 2023, Wako Rahma: Mohon Doanya Agar Pembangunan Pasar Berjalan Lancar

Menurutnya, Pemprov bersama Polda dan Korem 033/WP Kepri sudah bersepakat untuk membentuk satuan relawan di masing-masing kecamatan guna mempercepat tracing.

Satuan relawan tersebut berjumlah tiga orang yang terdiri dari aparat TNI-POLRI dan tenaga puskesmas. Tugas dari satuan relawan adalah melakukan tracing dari rumah ke rumah sekaligus memasukkan data tracing ke aplikasi SiLacak.

“Jadi ini untuk memantapkan lagi tracing, nanti kita juga akan berikan mereka intensif transportasi selama tiga bulan sampai dengan Desember,” ucap Lamidi.

Dengan penentuan asesmen level daerah yang akan ditetapkan pada 4 Oktober 2021, Lamidi berharap kepada seluruh kepala daerah dapat bekerja lebih maksimal lagi dalam melakukan perbaikan di sektor-sektor yang menjadi catatan.

“Paling tidak tanggal 4 Oktober nanti minimal seluruh kabupaten dan kota sudah turun ke level dua. Lebih bagus lagi jika sudah ada yang turun ke level satu,” demikian Lamidi. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Berita Terbaru