Arab Saudi Resmi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram

- Publisher

Minggu, 17 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Masjidil Haram beberapa waktu yang lalu / Foto: Istimewa

Suasana di Masjidil Haram beberapa waktu yang lalu / Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Arab Saudi diketahui mulai melonggarkan protokol kesehatan Covid-19 seiring dengan pencabutan stiker jaga jarak di Masjidil Haram, mulai Minggu 17 Oktober 2021.

Kebijakan itu diklaim telah mempertimbangkan penurunan kasus covid-19 yang signifikan di Arab Saudi.

Sejumlah kebijakan baru mengenai tata cara beribadah ini diterapkan di Masjidil Haram Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Dilansir dari cuitan Twitter media lokal Haramain Sharifain @HaramainInfo stiker penanda jaga jarak mulai dihilangkan.

“Aturan jaga jarak sudah berakhir di Masjid Al Haram,” cuit Haramain, Minggu (17/10).

“Ini penampakan indahnya Masjid Al Haram setelah stiker jaga jarak dan batas dicabut,” tulis akun tersebut.

Akun terferifikasi itu juga menyatakan dengan adanya pelonggaran tersebut, layanan lain di Masjidil Haram pun ditingkatkan kembali.

BACA JUGA:  Gelombang Dukungan Baru: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina

“Mengingat pelonggaran pembatasan besar dan kembalinya kapasitas penuh kehadiran di Masjid Al Haram, layanan termasuk distribusi air Zamzam akan ditingkatkan,” tulis akun Haramain.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya memberlakukan kapasitas penuh di kedua tempat ibadah tersebut. Tetapi, aturan itu ditujukan untuk para jemaah yang sudah menerima dua dosis vaksin covid-19.

Berdasarkan Worldometers, per Minggu hari ini terdapat penambahan 45 kasus Covid-19 baru di Arab Saudi, di mana 2 kasus kematian, dan 41 kasus sembuh. Secara kumulatif, kasus covid-19 di Arab Saudi mencapai 547.890 kasus.

Terkait dengan kebijakan umrah, pemerintah Arab Saudi juga bakal mengizinkan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk pergi umrah. Namun, untuk tanggal pastinya belum bisa dipastikan karena masih dalam tahap pematangan.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data jamaah.

BACA JUGA:  Masjidil Haram Kembali Dibuka untuk Umum

“Dalam beberapa hari terakhir ada edaran dari Dirjen PHU [Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah] tentang pengumpulan data, kami dukung kegiatan tersebut karena penting untuk melihat peta berapa jamaah yang tertunda dan statusnya gimana? apa sudah vaksin belum sehingga bisa memprioritaskan jamaah yang sudah terdaftar untuk berangkat,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (12/10/21).

Bagi jamaah yang akan berangkat umrah, maka perlu menyelesaikan beberapa syarat administrasi, termasuk dalam hal vaksinasi.

Walau tidak menutup kemungkinan jumlah jamaah yang akan berangkat berkurang dari yang semestinya umrah pada awal tahun lalu.

“Jemaah tertunda 62 ribu orang dan ada data yang diminta, berapa dari mereka yang membatalkan, itu nggak menutup kemungkinan dengan masa tunggu 2 tahun banyak yang sudah membatalkan juga, walau nggak semua bisa dibatalkan karena banyak dari dana mereka yang sudah dibayar ke pihak ketiga, misal deposit airlines, deposit hotel, deposit transportasi, dan lain-lain,” sebut Firman.

BACA JUGA:  Penyelenggaraan Umrah Tunggu Saudi Buka Penerbangan Internasional

Ia menyebut sudah banyak jamaah yang menghubungi kapan pemberangkatan selanjutnya direncanakan.

Namun semua masih menunggu kebijakan pasti dari pemerintah. Dia mengatakan dapat dipastikan jamaah-jamaah tersebut harus memenuhi kewajiban vaksinasi dulu.

“Masalah vaksinasi, kita masih banyak yang menggunakan Sinovac, Sinopharm dan di Saudi nggak termasuk yang direkomendasikan walau Konsul haji (bilang) bisa dengan tambahan booster, makanya saat ini komunikasi aktif dengan Kemenkes untuk memastikan kesediaan booster untuk calon jamaah yang akan berangkat,” sebutnya. (ER/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru