KSOP Karimun Survei Bawah Air Guna Evakuasi Kapal Tanker di Batam

- Publisher

Minggu, 30 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tanker MT Young Yong berbendera Djibouti yang kandas di perairan Selat Singapura dekat Pulau Tekong Kecil, Batam, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA/HO-KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun

Kapal tanker MT Young Yong berbendera Djibouti yang kandas di perairan Selat Singapura dekat Pulau Tekong Kecil, Batam, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA/HO-KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun

INIKEPRI.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun sedang melakukan survei bawah air untuk evakuasi kapal tanker MT Young Yong berbendera Djibouti yang kandas di perairan Selat Singapura dekat Pulau Tekong Kecil, Batam, Kepulauan Riau.

“Saat ini kami berusaha melakukan evakuasi secepatnya. Namun, sebelum evakuasi, akan dilakukan survei bawah air karena di lokasi terdapat pipa gas menuju Singapura sebagai pertimbangan untuk mengambil tindakan selanjutnya,” kata Kasubag Humas KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Inna Maulina dilansir dari ANTARA, Sabtu 29 Oktober 2022.

BACA JUGA:  Sebanyak 1.085 RT, 390 RW dan 42 BPD se-Karimun Terima Bantuan Insentif Pemprov Kepri

Sebelumnya, kata Inna, kapal itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia, pada tanggal 18 Oktober 2022. Kapal itu berlayar dengan tujuan Pulau Nipah, Karimun, Kepri. Namun, belum sampai tujuan kapal tersebut kandas.

BACA JUGA :

MAKI Temukan Dugaan Penyelundupan Limbah B3 di Kepri

Kapal tanker MT Young Yong itu kandas pada hari Kamis (27/10) sekitar pukul 20.18 WIB. Kapal itu kandas di Utara Pulau Takong Kecil di koordinat 1′ 07.670 N / 103″ 42.940 E.

BACA JUGA:  Kepala Kemenag Karimun Tinjau Tanah Wakaf di Teluk Salak, Dorong Proses Sertifikasi

Lokasi kapal kandas berada di atas jalur pipa gas Indonesia ke Singapura. Kapal tanker itu memiliki ukuran panjang 320.28 meter dan lebar 58.00 meter serta diketahui mengangkut 284.429 ton minyak sehingga evakuasi oleh KSOP dengan hati-hati.

Kapal patroli KNP 366 milik KSOP telah diturunkan ke lokasi kandas kapal tanker MT Young Yong. Hal itu, kata dia, untuk memastikan kondisi kapal yang kandas dan perairan sekitarnya.

BACA JUGA:  Demi Mewujudkan Bandara yang Representatif di Karimun, Berulangkali Ansar Bolak-balik Lobi Pemerintah Pusat

Dari data yang diterimanya, kapal itu diawaki 25 orang dan dioperasikan oleh East Wind Ship Management Limited Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong.

BACA JUGA :

Empat Kapal Beraktivitas Ilegal di Perairan Batam Diamankan Kemenhub

“Dalam kejadian kandas kapal itu tidak ada korban jiwa dan pencemaran laut,” ucapnya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru