Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

- Publisher

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, Istana Merdeka, 17 Agustus 2026. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, Istana Merdeka, 17 Agustus 2026. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

INIKEPRI.COM – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, ditutup dengan prosesi yang sarat simbol kebangsaan, Senin (17/8/2026).

Setelah Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih selesai dilaksanakan, duplikat Bendera Pusaka dan teks Proklamasi dibawa kembali menuju Monumen Nasional (Monas) melalui sebuah prosesi kirab.

Upacara penurunan bendera dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Prosesi berlangsung sekitar 30 menit dalam suasana tertib dan khidmat.

Presiden Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara.

“Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ujar Presiden Prabowo.

Nuansa keberagaman Indonesia turut terlihat sepanjang prosesi. Para peserta upacara mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara, menghadirkan gambaran Indonesia yang beragam dalam satu rangkaian peringatan kemerdekaan.

BACA JUGA:  KKP Pastikan Stok dan Mutu Ikan Aman untuk Kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2025

Setelah upacara berakhir, perhatian beralih pada dua simbol utama perjalanan kemerdekaan bangsa, yakni duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan teks Proklamasi.

Keduanya kemudian dibawa dalam prosesi kirab menggunakan Kereta Kencana Garuda Praba Yeksa.

Tugas membawa duplikat Bendera Pusaka dipercayakan kepada Nindya Eltsani Fawwaz, siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh, Jambi.

Sementara teks Proklamasi dibawa oleh Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara.

Kehadiran dua pelajar tersebut menjadi bagian dari representasi generasi muda dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai sejarah kemerdekaan Indonesia.

Prosesi kirab juga memiliki simbol tersendiri. Sebanyak 81 anggota pasukan berkuda turut mengiringi perjalanan menuju Monas. Jumlah tersebut disesuaikan dengan usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang genap 81 tahun pada 2026.

BACA JUGA:  2 Link Pendaftaran Vaksin COVID-19, Mudah dan Gampang!

Garuda Praba Yeksa sendiri bukan pertama kali digunakan dalam rangkaian kirab kemerdekaan. Kereta kencana seremonial tersebut pertama kali digunakan pada kirab peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.

Nama Garuda Praba Yeksa memiliki makna “cahaya yang besar” atau “cahaya yang terang”.

Kereta tersebut ditarik delapan ekor kuda. Angka delapan merepresentasikan bulan Agustus, bulan yang menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Semarak kirab semakin terasa dengan kehadiran drum band Korps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian. Prosesi juga melibatkan pasukan berkuda, pasukan kerajaan Nusantara serta pasukan pengawal bermotor.

BACA JUGA:  Ketua LPS Bilang Ekonomi Indonesia Solid, Ini Tandanya

Dari Istana Merdeka, rangkaian tersebut kemudian bergerak menuju Monas sebagai tempat penyimpanan kembali dua simbol penting kemerdekaan.

Prosesi ini tidak hanya menjadi bagian teknis setelah upacara penurunan bendera. Lebih dari itu, kirab menghadirkan kembali simbol sejarah kemerdekaan di tengah masyarakat sekaligus mempertemukan nilai perjuangan masa lalu dengan generasi penerus bangsa.

Dengan dikembalikannya duplikat Bendera Pusaka dan teks Proklamasi ke Monas, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka resmi ditutup.

Dari Sang Merah Putih yang diturunkan hingga simbol-simbol kemerdekaan yang kembali dikirab, peringatan 81 tahun Indonesia merdeka kembali menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar peristiwa yang dikenang, melainkan warisan yang terus dijaga dan diteruskan oleh setiap generasi.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Berita Terbaru