Sambut Hari Raya Nyepi di Batam, Umat Hindu Gelar Pawai Ogoh-ogoh

- Admin

Rabu, 22 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati Hari Raya Nyepi dan tahun baru saka, umat Hindu di Batam menggelar upacara kesanga dan festival ogoh-ogoh di Pura Agung Amerta Buana, Tiban Lama Batam Kepulauan Riau, Selasa 21 Maret 2023. Foto: INIKEPRI.COM

Memperingati Hari Raya Nyepi dan tahun baru saka, umat Hindu di Batam menggelar upacara kesanga dan festival ogoh-ogoh di Pura Agung Amerta Buana, Tiban Lama Batam Kepulauan Riau, Selasa 21 Maret 2023. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Memperingati Hari Raya Nyepi dan tahun baru saka, umat Hindu di Batam menggelar upacara kesanga dan festival ogoh-ogoh di Pura Agung Amerta Buana, Tiban Lama Batam Kepulauan Riau, Selasa 21 Maret 2023.

Dua patung Ogoh-ogoh raksasa setinggi empat meter diarak dari halaman pura menuju simpang UIB kemudian kembali ketempat semua.

Baca Juga :  Momen Nuzulul Quran, Amsakar Ajak Umat Islam Semakin Mencintai dan Amalkan Nilai-Nilai Al-Quran

Ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi Kepulauan Riau I Wayan Catra yase mengatakan, Ogoh-ogoh sendiri merupakan budaya yang harus dilestarikan.

BACA JUGA :

Tak Hanya Umat Muslim, Puasa Juga Tradisi di Agama Lain

Ogoh-ogoh sendiri merupakan penggambaran hal-hal buruk atau antara murka dalam diri manusia yang kemudian diarak sebagi simbol penguasaan dunia.

Baca Juga :  Kapolres Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polresta Barelang

Usai diarak, Ogoh-ogoh itu nantinya akan di bakar dan umat Hindu dapat menjalankan ibadah Nyepi dengan seimbang.

“Usai diarak nanti di bakar. Biarkan dia menguasai dunia sebentar. Karena Ogoh-ogoh ini adalah simbol dari kekuatan negatif manusia,” kata dia.

Baca Juga :  Candra Ibrahim Sisir Warga Terdampak dan Serahkan Sembako

Ia menjelaskan, usai melaksanakan festival barulah umat Hindu merayakan Nyepi dengan mengedepankan empat pengendalian diri, pertama tidak boleh menyalahkan api (Amatigeni), tidak melakukan aktivitas apapun (Amatikarya), tidak boleh berpergian (amatilelungan) dan tidak menikmati hiburan (amatilanguan).

“Keempat itu punya filosofi tersendiri. Dengan tujuan untuk pembersihan diri,” kata dia. (DI)

Berita Terkait

Ranperda Lembaga Adat Melayu Dibahas di DPRD, Pemko Batam Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:50 WIB

Ranperda Lembaga Adat Melayu Dibahas di DPRD, Pemko Batam Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Berita Terbaru