Tak Hanya di Batam, Kematian Massal Babi Terjadi Juga di Sini

- Publisher

Rabu, 10 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kementan

Ilustrasi. Foto: Kementan

INIKEPRI.COM – Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali I Ketut Hari Suyasa mengatakan saat ini tidak hanya di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, saja yang terjadi kematian massal pada babi karena terjangkit virus demam babi Afrika (African Swine Fever), namun juga dialami di wilayah Sulawesi sehingga banyak babi mati karena terjangkit virus tersebut.

“(Virus) ASF hari ini tidak hanya menyerang di Pulau Bulan saja, di Sulawesi juga kita lagi terdampak ASF saat ini, dan itu jutaan terpotensi terjadi masalah,” ungkap I Ketut Hari Suyasa dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (9/5/2023).

BACA JUGA:  Golden Month, Komunitas MLBB Batam Berbagi Takjil dalam Project 100 Komunitas Berbagi Berkah di Bulan Ramadan

Saat ini di wilayah pulau Sulawesi Tengah, kata dia, telah terjadinya kepanikan. Para peternak menjadi panic selling, lantaran babi ternak milik mereka terjangkit virus mematikan ini, sehingga mempengaruhi nilai jual produksi di tingkat masyarakat wilayah lainnya.

“Karena mereka yang di Sulawesi secara otomatis harus turunkan nilai jual agar konsumen mau ambil babi ke sana,” ujar Hari.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Hadiri HUT ke-9 Gereja HKI Distrik X Kepri

BACA JUGA :

Singapura Siap Buka lagi Impor Karkas Babi dari Pulau Bulan

“Daerah Gowa sepertinya sudah mulai masuk, sudah mulai terjadi letupan-letupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hari menyesalkan kenapa kejadian ini masih terus berlanjut hingga saat ini. Menurut dia, kejadian maraknya kematian babi karena terjangkit virus demam babi Afrika ini seharusnya tidak terjadi jika memang pemerintah serius menangani kasus ASF ini.

BACA JUGA:  Menteri KKP Tinjau Batam, Tiga Lokasi Berpotensi Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

“Ini kan kejadian yang sudah ada sejak 2019 ya, sudah 4 tahun yang lalu loh. Artinya, kalau ada kejadian begini lagi dan terus lagi ke setiap wilayah, berarti ada komunikasi dan informasi yang tidak nyambung di masyarakat. Paling tidak ada kekurangan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun kabupaten di dalam mengedukasi masyarakatnya terkait dengan pencegahan terhadap wabah, ini yang kita sesalkan,” ujar Hari.

Berita Terkait

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis
Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat
Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis
Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Amsakar: Kinerja dan Layanan Harus Tetap Optimal
Wali Kota Batam Dorong Penguatan Peran LAM dalam Ranperda
Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya
Hotel Jamaah Haji Batam 2026 Ditentukan, Ibadah Diharapkan Lebih Khusyuk
Amsakar Hadiri Tablig Akbar PERMASA, Tekankan Harmoni di Kota Multikultural

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:55 WIB

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 12:23 WIB

Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat

Selasa, 21 April 2026 - 11:52 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 08:02 WIB

Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Amsakar: Kinerja dan Layanan Harus Tetap Optimal

Senin, 20 April 2026 - 18:52 WIB

Wali Kota Batam Dorong Penguatan Peran LAM dalam Ranperda

Berita Terbaru