Presiden: OJK Harus Makin Inklusif

- Publisher

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI setpres

Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI setpres

INIKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pelaku industri jasa keuangan menjaga ekonomi nasional semakin inklusif dan terus berkelanjutan di tengah situasi geopolitik yang masih belum kondusif.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2024 di Ballroom The St. Regis, Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (20/2/2024).

“OJK harus terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan. Ini catatan saya di sini, tingkat inklusi keuangan kita di angka 75 persen dan tingkat literasi keuangan kita masih di angka 65 persen di 2023,” ujarnya.

Presiden pun berharap, situasi politik di dalam negeri yang stabil usai pemilihan umum (pemilu) 2024 dapat mendorong arus investasi bergerak lebih meningkat dan lebih baik lagi.

BACA JUGA:  DPN GARUDA Minta Jokowi Tetap Berkiprah di Dunia Politik Sebagai Ketua Umum Parpol

BACA JUGA:

OJK Cabut Izin Usaha PT ASPAN

OJK Terbitkan Aturan Mengenai Unit Usaha Syariah

“Yang paling penting politik negara kita, politik dalam negeri kita stabil dan pastinya ini melegakan para pelaku industri keuangan dan membangkitkan industri keuangan yang semakin kokoh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga mendorong industri jasa keuangan untuk turut membantu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan akses permodalan.

“Yang tidak kalah pentingnya dukungan kita terhadap UMKM melalui perbankan dan asuransi. Kredit perbankan untuk UMKM saat ini masih 19 persen, ini perlu sebuah terobosan, perlu sebuah strategi agar ada peningkatan kredit perbankan kepada UMKM sehingga kita bisa melihat UMKM tumbuh dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  APBN Dukung Pendidikan, Rp327,1 Miliar Disalurkan untuk Sekolah Rakyat

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi resiliensi industri keuangan di tingkat permodalan perbankan yang mencapai 27,69 persen, atau di atas sejumlah negara di kawasan. Selain itu, Presiden juga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga di kisaran 5,05 persen, inflasi yang terkendali di 2,57 persen, cadangan devisa sebesar USD145 miliar, neraca perdagangan yang surplus sekitar Rp570 triliun, serta current account deficit yang surplus di 0,16 persen.

“Saya kira angka-angka seperti ini yang harusnya kita optimistis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024 tetapi tetap harus hati-hati, tetap harus waspada, karena ekonomi global yang berubah sangat cepat, disrupsi teknologi yang masif terus terjadi,” tandasnya.

BACA JUGA:  Menang di WTO, Menko Airlangga: Ini Bukti Bahwa Kekuatan Indonesia

Menutup sambutannya, Presiden mengapresiasi peluncuran Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia pun berharap Taksonomi Keuangan Berkelanjutan tersebut dapat memberikan dampak yang baik terhadap perekonomian Indonesia ke depan.

“Saya mengapresiasi penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia yang diluncurkan tadi oleh Pak Ketua OJK, sehingga inisiatif keuangan hijau dapat menyeimbangkan aspek ekonomi, aspek lingkungan, dan inklusivitas. Terima kasih atas dedikasi Bapak-Ibu, atas kerja keras OJK dalam memajukan sektor keuangan, dan mari kita bersama-sama menghadapi tantangan dan mencapai pertumbuhan ekonomi kita yang lebih baik,” pungkasnya. (DI)

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru
Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park
Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:58 WIB

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru

Senin, 2 November 2026 - 07:49 WIB

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik

Berita Terbaru