Vaksin Polio Aman, Tidak Memicu Kanker dan HIV

- Publisher

Minggu, 28 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin polio memicu kanker dan HIV. Klaim itu dikaitkan dengan kontaminasi vaksin polio dengan virus simian 40 (SV40) dan dugaan efek dari Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) di Afrika.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine, menegaskan bahwa vaksin polio yang digunakan di Indonesia saat ini terjamin keamanannya. Dalam keterangan resminya yang dikutip iNIKEPRI.COM pada Sabtu (27/7/2024), Prima menjelaskan bahwa vaksin polio tetes yang digunakan saat Program Imunisasi Nasional (PIN) adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 atau nOPV2, yang diproduksi oleh PT Bio Farma.

“Vaksin ini mengandung virus polio tipe 2 yang hidup dan dilemahkan. Berbagai penelitian menunjukkan, vaksin nOPV2 aman dan dapat ditoleransi oleh golongan usia bayi dan anak,” kata Prima.

BACA JUGA:  Sering Pegang HP dengan Satu Tangan? Awas Smartphone Pinky Finger Mengintai!

Data Keamanan nOPV2 telah dikaji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) berdasarkan data dari 253 juta dosis nOPV2 yang diberikan di 13 negara. Hasil kajian menyimpulkan bahwa tidak ada risiko berbahaya.

Prima menjelaskan bahwa vaksin nOPV2 sudah digunakan di Indonesia sejak akhir 2022 saat pelaksanaan Sub PIN di Aceh dan Sumatra Utara, serta di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, DIY.

“Seluruh laporan KIPI serius merupakan koinsiden, tidak ada yang berhubungan dengan vaksin atau pemberian imunisasinya, sehingga disimpulkan bahwa vaksin itu aman,” tegas Prima.

Vaksin Polio saat Ini tidak Mengandung Virus SV40

Merujuk pada informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penelitian vaksin polio yang menemukan adanya kontaminasi virus SV40 dilakukan pada hewan. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa SV40 dapat menyebabkan kanker pada manusia. Namun, sebagian besar penelitian yang mengamati hubungan antara SV40 dan kanker tidak menemukan hubungan sebab akibat antara vaksin polio yang terkontaminasi SV40 dan perkembangan kanker.

BACA JUGA:  Tubuh Terasa Lelah Terus-Menerus? Kenali Tanda Bahayanya!

Buku “Vaccines and Your Child: Separating Fact from Fiction” yang diterbitkan oleh Columbia University Press pada 2011 menjelaskan secara rinci tentang vaksin polio dan virus SV40. Pada 1960, ditemukan kontaminasi virus SV40 ketika vaksin polio disuntikkan pada hamster yang baru lahir, mengakibatkan tumor besar di bawah kulit serta di paru-paru, ginjal, dan otak.

Setelah penemuan itu dipublikasikan, kekhawatiran muncul karena vaksin polio sudah disuntikkan kepada jutaan anak di AS, Inggris, Jerman, dan Swedia. Para peneliti kemudian melakukan serangkaian studi yang membandingkan prevalensi kanker pada anak-anak yang menerima vaksin polio yang terkontaminasi virus SV40 dengan anak-anak yang tidak divaksinasi. Hasilnya, angka kejadian kanker pada kedua kelompok adalah sama.

BACA JUGA:  Perokok Wajib Baca! Manfaat Minum Air Rendaman Kunyit Setiap Hari

Pada pertengahan 1990-an, otoritas kesehatan menyimpulkan bahwa vaksin polio yang terkontaminasi SV40 tidak menyebabkan kanker. Selain itu, ditegaskan bahwa tidak ada vaksin polio yang digunakan saat ini mengandung virus SV40.

Tidak ada bukti kuat yang mendukung bahwa vaksin polio dapat memicu HIV. Dalam jurnal berjudul “Polio vaccine samples not linked to AIDS” yang diterbitkan di Nature pada 26 April 2001, para peneliti tidak menemukan bukti yang mendukung hipotesis bahwa HIV-1 ditularkan melalui vaksin polio tetes.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru

Lifestyle

5 Sepatu adidas Kids Diskon Terbaik, Grand Court & Star Wars

Minggu, 21 Jun 2026 - 08:29 WIB