Kementerian ESDM Siapkan Dua Opsi Penyaluran Subsidi BBM dan Listrik

- Publisher

Sabtu, 2 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan dua opsi untuk penyaluran subsidi tepat sasaran bagi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, di samping penggunaan skema bantuan langsung tunai (BLT).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melalui keterangan resmi pada Jumat (1/11/2024).

“Opsi A bisa langsung melalui BLT, sementara Opsi B masih dalam pertimbangan. Kami memiliki beberapa opsi, tetapi belum ada keputusan final,” kata Bahlil.

BACA JUGA:  ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari formulasi skema distribusi subsidi BBM dan listrik yang tepat, serta berencana memberikan bantuan bertahap untuk penggunaan LPG. “Untuk LPG, yang berhubungan dengan UMKM dan masyarakat ibu-ibu rumah tangga, kami akan menerapkan skema secara bertahap. Namun, kami juga akan mencari formulasi untuk listrik dan BBM,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, dirinya yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus Subsidi diminta untuk mencari skema dan formulasi distribusi yang matang, sehingga kebijakan yang diambil nantinya dapat mencerminkan keputusan yang tepat.

BACA JUGA:  BPH Migas Ajak Masyarakat Awasi BBM Bersubsidi

“Pak Prabowo mengarahkan agar skema yang telah matang siap untuk diterapkan. Yang terpenting adalah skema tersebut harus solid. Jangan sampai keputusan yang kita ambil tidak mencerminkan keputusan yang tepat,” ujarnya.

Bahlil juga mengungkapkan rencananya untuk mengadakan rapat dengan beberapa lembaga terkait guna membahas lebih lanjut mengenai kriteria penerima subsidi tersebut. “Kami rencanakan rapat kemungkinan hari Senin atau Selasa, untuk mulai menggodok skema ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran Bakal Lebih Murah, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pihaknya akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengkaji data untuk formula distribusi. “BPS adalah institusi yang ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk mengumpulkan semua data, baik yang ada di Kementerian Sosial, Pertamina, maupun PLN,” katanya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru
Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park
Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir di Batam
IHSG Anjlok 1,22 Persen ke Level 5.373, Investor Cermati Agenda Ekonomi Global
Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:58 WIB

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal III-2026, Investasi Jadi Pendorong Baru

Senin, 2 November 2026 - 07:49 WIB

Pipa Gas Bawah Laut 80 Kilometer Mulai Diproduksi di Batam, Gas Mako Natuna Bakal Pasok Listrik Domestik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BP Batam Teken Nota Kesepakatan Pengembangan PSN Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Gas Natuna Mengalir ke Batam! PLN EPI Perkuat Pasokan untuk Pembangkit Listrik

Berita Terbaru