Penyelesaian Ruas Jalan, Penataan Plaza Penyambut, dan Balai Adat jadi Prioritas Penataan Pulau Penyengat Lanjutan

- Publisher

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Penataan Pulau Penyengat masih menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam rangka merubah wajah ibukota Provinsi. Melalui APBN 2025, ada 3 (tiga) prioritas utama yang digesa yakni penyelesaian penanganan ruas jalan, penataan Plaza Penyambut (Area Depan Masjid), dan Penataan Balai Adat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat memimpin Rapat bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepri Fasri Bachmid di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Senin (2/12). Hadir juga dalam rapat tersebut Asisten Ekonomi Pembangunan Luki Zaiman Prawira, jajaran Kepala OPD Teknis Pemprov Kepri dan BPPW Kepri.

Gubernur Ansar mengatakan, penyelesaian penanganan ruas jalan saat ini lebih tinggi urgensi nya dari pada penataan Benteng Bukit Kursi. Sebab, upaya tersebut akan memudahkan integrasi antar wilayah di Pulau Penyengat. Menurutnya saat ini ada beberapa ruas jalan di Pulau Penyengat yang masih harus ditangani, contohnya jalan dari Makam Raja Haji Fisabilillah, dan jalan lama dari Balai Adat.

BACA JUGA:  Plt. Wali Kota Tanjungpinang Ajak Masyarakat Semangat Bangkit dari Pandemi Covid-19

“Saya kira kita sepakat, kalau diberi pilihan daripada kita menata Bukit kursi, mungkin lebih baik kita menyelesaikan dulu ruas jalan-jalan yang lain yang masih jelek supaya wilayah-wilayah bisa dijangkau masyarakat dan wisatawan dengan mudah” ujarnya.

Kemudian prioritas selanjutnya adalah penataan Plaza Penyambut yang berlokasi di depan Masjid Raya Sultan Riau (saat ini lokasi panggung balai kelurahan penyengat). Lokasi tersebut direncanakan akan ditata sebagai upaya optimalisasi ruang terbuka di depan Kelurahan untuk menjadi welcoming area kawasan wisata Pulau Penyengat.

Rencana penataan terdiri dari Plasa Penyambut, Tribun Pengunjung, Pohon Peneduh, Toilet Pengunjung, Toko Souvenir, dan Parkir Bentrik (Becak Motor Listrik). Menurut Gubernur, saat ini di belakang panggung eksisting, ada lahan yang cukup luas dan akan dihibahkan oleh pemiliknya.

“Maka kita cek bersama-sama, panggung kita mundurkan ke belakang, dan belakangnya yang kosong itu sebagian bisa kita manfaatkan untuk parkir dan charging Bentrik” tambahnya.

BACA JUGA:  Wako Rahma Pimpin Rapat Bahas Isu Penting Bersama Forkopimda

Terakhir, Penataan Balai Adat yang menurut Gubernur Ansar menjadi ‘Final Destination’ para pengunjung di Pulau Penyengat, harus ditata dan dipercantik. Rencana penataan terdiri dari sungken tribun pengunjung, stage dengan latar belakang Balai Adat, penataan perigi, pohon peneduh, dan bangunan souvenir.

Untuk semua itu, Gubernur Ansar berpesan agar semua yang harus dipenuhi agar diselesaikan bersama dari saat ini dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antara OPD teknis Pemprov dengan BPPW Kepri.

“Kalau ada dokumen-dokumen yang kurang, mohon diinfo saja, sayang kalau program-program kita gagal karena persoalan administrasi” pesannya.

Sementara itu Kepala BPPW Kepri Fasri Bachmid menyampaikan secara pribadi optimis program-program tersebut dapat diakomodir dengan porsi dari APBN walau saat ini belum bisa menyampaikan nominal APBN 2025.

“Sekarang sejauh mana kesiapan grand design kita. saya setuju dengan yang bapak Gubernur sampaikan tadi bahwa kalau alokasinya terbatas maka saya setuju kita selesaikan terhadap akses Pulau itu sendiri jadi nanti saya yang sampaikan langsung hal itu ke pimpinan. Saya akan meminta bahwa akses jalan kita ini diprioritas di luar Balai Adatnya” ungkap Fasri.

BACA JUGA:  Fakultas Kedokteran UMRAH Dibuka, Senin Mulai Kuliah Perdana

Rapat juga membahas rencana penataan Kawasan Gurindam 12 lanjutan, khususnya space untuk bangunan Branded yang berlokasi di sebelah Gedung Dekranasda. Pembahasan dipimpin Asisten Ekonomi Pembangunan Luki Zaiman Prawira.

“Kita sudah dapat gambaran bentuk pemanfaatan BMD. Pemanfaatan BMD khususnya aset dalam hal ini tanah dapat dilakukan langsung oleh Pemprov Kepri kepada pihak ketiga melalui metode lelang untuk itu kita perlu membentuk tim kajian” ujarnya.

Gubernur Ansar dalam hal ini berpesan untuk mencari cara yang paling mudah dan cepat namun tidak melanggar aturan. Serta segera susun jadwal kerja agar dapat dikontrol.

“Target kira akhir februari sudah mulai bisa dikerjakan, sehingga kerja kita simultan” tutupnya.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang
Berawal dari Arsip Belanda, Michael Hatcher Temukan Ratusan Emas di Kapal VOC Bernilai Rp210 Miliar di Laut Riau
22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:50 WIB

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terbaru