INIKEPRI.COM – Komitmen Kota Batam dalam memperkuat posisinya sebagai kawasan strategis di Asia Tenggara semakin nyata. Hal ini tercermin melalui penyelenggaraan acara eksklusif bertajuk “Gateway to Southeast Asia: Unlocking Investment Opportunities” yang digelar pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Harris Suite, Nagoya Thamrin City, Batam.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, guna menjalin koneksi bisnis yang kuat, berbagi visi investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Kesempatan Eksklusif, Perkuat Koneksi Bisnis, dan Temukan Peluang Investasi di Kota Batam”, forum ini menghadirkan jajaran pembicara kunci yang memiliki peran penting dalam peta investasi nasional dan regional. Beberapa di antaranya adalah:
- Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., MBA, Ed.M – Tenaga Ahli Investasi di BP Batam (2024–2029) & Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi dan Kewirausahaan (2019–2024)
- Fajarini Puntodewi, S.H., M.Si. – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI
- YBhg. Dato’ Shaharuddin bin Abu Soho – Secretary General, Ministry of Tourism, Arts and Culture Malaysia
- Sona Maesana, S.E., M.Sc. – Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM
- Lisa Yulia, S.S., CIMLT. – CEO PT Pelayaran Kencana Global
- Dato’ Sri Jeffrey Lau – President MCCGB Malaysia
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut semakin menegaskan posisi Batam sebagai simpul utama industri, perdagangan, dan logistik yang terintegrasi di kawasan. Letak geografis Batam yang strategis, berseberangan langsung dengan Singapura dan dekat dengan Malaysia, menjadikannya destinasi investasi dengan efisiensi tinggi untuk mengakses pasar regional Asia Tenggara.
Billy Mambrasar menyampaikan bahwa ekosistem investasi yang sehat dan progresif hanya bisa terwujud lewat sinergi multipihak.
“Batam adalah masa depan ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Inilah saatnya kita menjadikan Batam sebagai magnet investasi yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional adalah kunci untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Billy.
Tak hanya melibatkan pemangku kepentingan nasional, kehadiran perwakilan dari Malaysia seperti Dato’ Shaharuddin dan Dato’ Sri Jeffrey Lau menjadi simbol kuat atas komitmen kerja sama ekonomi bilateral yang saling menguntungkan. Forum ini menjadi titik temu gagasan dan peluang konkret antara dua negara bertetangga.
Ketua Umum BPC HIPMI Batam, Yasir Abdillah, selaku penggagas acara ini bersama MCCGB Malaysia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara.
“Acara ini merupakan bagian dari kerja sama antara BPC HIPMI Batam dan MCCGB Malaysia dalam upaya memperkuat jejaring usaha antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Batam. Kami berharap forum bisnis ini menjadi jendela bagi pelaku usaha Batam untuk membaca peluang dan memperluas cakrawala bisnis mereka,” ujarnya.
Forum ini menjadi momentum bagi para investor untuk melihat lebih dekat potensi Batam—bukan hanya sebagai kawasan industri, tapi sebagai kota masa depan dengan daya saing tinggi. Harapannya, kegiatan ini tak hanya menjadi forum diskusi, melainkan juga melahirkan kolaborasi nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















