Amsakar Jadi Jembatan Driver Online–Aplikator–Pemprov, Hadirkan Kepastian Regulasi dengan Sentuhan Humanis

- Publisher

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima perwakilan Aliansi Driver Online Batam (ADOB) dalam audiensi terbuka di Kantor Wali Kota, Selasa (16/9/2025).  Foto: INIKEPRI.COM

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima perwakilan Aliansi Driver Online Batam (ADOB) dalam audiensi terbuka di Kantor Wali Kota, Selasa (16/9/2025). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima perwakilan Aliansi Driver Online Batam (ADOB) dalam audiensi terbuka di Kantor Wali Kota, Selasa (16/9/2025).

Ketua ADOB, Djafri Rajab, menyebut keresahan pengemudi sudah berlangsung lama. Tarif yang berjalan saat ini, menurutnya, belum sesuai dengan ketentuan dalam SK Gubernur No.1080/2024 dan No.1113/2024. Selain itu, pihaknya menyoroti aturan di Bandara Hang Nadim yang dianggap tidak transparan, maraknya akun “bodong” yang merugikan driver resmi, titik turun-jemput, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya tuntas.

Aksi damai ini juga dihadiri Perwakilan Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Pjs. Sekda Batam, Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dan Kota Batam, perwakilan Bandara Hang Nadim dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan Gojek dan Maxim hadir. John dari Gojek meminta maaf karena data yang diberikan hanya untuk peserta mitra yang belum sama sekali memiliki BPJS Ketenagakerjaan, bukan peserta mandiri.

BACA JUGA:  Ketum IKRAL dan Pendiri LANG LAUT Satukan Ormas Lokal, Dorong Audiensi PP 25, 28, dan 47 ke Pemerintah dan BP Batam

Sementara Bobby dari Maxim mengakui masih ada kendala pendaftaran driver lewat Google Form yang belum sama sekali terintegrasi dengan BPJS dan berjanji segera menindaklanjutinya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Amsakar Achmad turun langsung menemui para pengemudi. Ia mengapresiasi sikap tertib mereka dalam menyampaikan keluhan.

“Alhamdulillah, kawan-kawan datang dengan damai, dengan semangat untuk mencari solusi. Saya tegaskan, Pemko Batam tidak akan abai,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti perlindungan pekerja dan layanan kesehatan bagi pengemudi online. Pemko Batam telah mengalokasikan anggaran APBD 2025 untuk membiayai kepesertaan 6.945 pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan. Ia menargetkan seluruh pekerja, termasuk driver online, terdaftar paling lambat awal 2026.

BACA JUGA:  Presiden: Terima Kasih Pers Nasional atas Kontribusinya untuk Bangsa dan Negara

“Anggaran sudah ada, jadi harus jalan. Dishub segera tarik data dari aplikator dan libatkan ADOB dan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak boleh ada lagi pemotongan saldo driver,” tambahnya.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri memberikan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian. Selain jaminan ketenagakerjaan, Pemko Batam juga memastikan layanan kesehatan terus diperluas. Melalui Universal Health Coverage (UHC), saat ini 93 persen warga Batam telah tercover. Sisanya, kata Amsakar, adalah masyarakat mampu yang lebih memilih berobat ke luar negeri.

“Untuk pengemudi online roda dua, saya inginkan tidak boleh ada yang tertinggal. Semua harus terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Kalau ada yang belum terakomodir, itu harus segera dibenahi,” tegasnya lagi.

BACA JUGA:  102 Pasien Covid-19 Sembuh di Batam, Alhamdulillah!

Terkait polemik tarif, Amsakar menegaskan kewenangan penuh berada di Pemerintah Provinsi Kepri. Meski begitu, ia telah meminta Dinas Perhubungan Batam berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan aplikator agar aturan dijalankan sesuai ketentuan.

“Kalau ada SK Gubernur, aplikator wajib patuh. Jangan sampai ada yang main sendiri atau melanggar,” tegasnya.

Mengenai aturan di bandara, Amsakar menekankan pentingnya menjaga kondusivitas.“Bandara adalah fasilitas publik. Saya minta seluruh stakeholder duduk bersama, rembuk, dan buat aturan yang transparan. Jangan sampai ada yang dirugikan,” pesannya.

Di akhir pertemuan, Amsakar menegaskan komitmen Pemko Batam untuk menjadi jembatan antara pengemudi, aplikator, dan pemerintah provinsi.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan provinsi dan aplikator agar masalah ini segera ada kepastian,” pungkasnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Apresiasi Kesadaran Penerima Alokasi Tanah: 66 Pelaku Usaha Lakukan Pelaporan Mandiri
Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI Dorong Pelayanan Publik di Batam
Pemko Batam Perkuat Persiapan Program MBG, Amsakar Soroti Data Penerima hingga Rantai Pasok
Rayakan Anniversary ke-4, ARTOTEL Batam Ajak Siswa SMK Pariwisata Adimulia Kenali Dunia Hospitality
Jadwal Lengkap KM Kelud Medan-Batam Agustus 2026, Cek Harga Tiketnya
KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik
Erlita Amsakar Pimpin LASQI-NJ Batam 2026-2031, Seni Islami Didorong Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda
Sensus Ekonomi 2026, Warga Batam Diminta Tak Khawatir Berikan Data kepada Petugas

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:19 WIB

BP Batam Apresiasi Kesadaran Penerima Alokasi Tanah: 66 Pelaku Usaha Lakukan Pelaporan Mandiri

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Pemko Batam Perkuat Persiapan Program MBG, Amsakar Soroti Data Penerima hingga Rantai Pasok

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Rayakan Anniversary ke-4, ARTOTEL Batam Ajak Siswa SMK Pariwisata Adimulia Kenali Dunia Hospitality

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Jadwal Lengkap KM Kelud Medan-Batam Agustus 2026, Cek Harga Tiketnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KIP Apresiasi Inovasi BP Batam dalam Penguatan Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terbaru