INIKEPRI.COM – Di tengah kesibukan dan kemajuan teknologi yang membuat anak-anak semakin aktif beraktivitas hingga larut malam, sering kali waktu tidur menjadi hal yang terabaikan.
Padahal, tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak — baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Saat anak tertidur, tubuh mereka bekerja dalam “mode perbaikan.” Pada fase inilah hormon pertumbuhan dilepaskan secara alami. Hormon ini berperan penting dalam membangun otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung perkembangan organ. Karena itu, anak yang cukup tidur cenderung tumbuh lebih sehat dan aktif.
Penelitian American Academy of Sleep Medicine (2024) menemukan bahwa anak-anak dengan durasi tidur yang cukup memiliki konsentrasi dan kemampuan akademik lebih baik dibandingkan mereka yang sering begadang. Kurang tidur terbukti menurunkan fokus, memperlambat daya tangkap, bahkan meningkatkan risiko gangguan perilaku.
Tak hanya itu, kualitas tidur juga berpengaruh pada daya tahan tubuh. Anak yang kurang tidur lebih mudah terserang flu, batuk, dan gangguan kesehatan ringan lainnya karena sistem imun mereka tidak berfungsi maksimal.
Aspek emosional pun ikut terdampak. Riset National Institutes of Health (2023) menyebut anak-anak yang sering kekurangan tidur berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan sulit mengatur emosi. Mereka cenderung lebih mudah marah, menangis, atau sulit berkonsentrasi dalam berinteraksi sosial.
Untuk itu, para orang tua perlu membentuk rutinitas tidur yang teratur dan konsisten setiap malam. Misalnya, dengan membiasakan anak tidur di jam yang sama, menjauhkan gawai setidaknya 30 menit sebelum tidur, serta menggantinya dengan kegiatan menenangkan seperti membaca buku cerita atau mendengarkan musik lembut.
Lingkungan tidur juga sangat menentukan. Kamar yang tenang, sejuk, dan nyaman membantu anak tidur lebih nyenyak. Pencahayaan yang lembut dan tempat tidur yang bersih menciptakan suasana rileks yang mendukung kualitas istirahat.
“Tidur yang cukup ibarat tombol reset bagi tubuh anak,” ujar seorang dokter anak di Batam, dr. Rini Kusumawardani.
“Saat tidur, otak anak mengatur ulang memori, memperbaiki sel, dan memulihkan energi. Karena itu, tidur berkualitas bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang optimal,” lanjut dia.
Anak yang mendapatkan waktu tidur cukup biasanya terlihat lebih ceria, mudah fokus, dan memiliki daya tahan tubuh lebih kuat. Sebaliknya, kekurangan tidur bukan hanya membuat anak mudah lelah, tetapi juga bisa memengaruhi prestasi belajar dan kestabilan emosi.
Tidur yang cukup adalah investasi kecil dengan manfaat besar. Dengan memastikan anak beristirahat secara teratur, orang tua sejatinya sedang membangun dasar bagi generasi yang kuat, cerdas, dan bahagia.
Penulis : RP
Editor : IZ

















