Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

- Admin

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas penyelamat membantu mengungsikan korban banjir ke tempat pengungsian. Foto: The Star Online Malaysia

Petugas penyelamat membantu mengungsikan korban banjir ke tempat pengungsian. Foto: The Star Online Malaysia

INIKEPRI.COM – Banjir bandang yang melanda tujuh negara bagian di Malaysia memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Selasa (25/11/2025), tercatat 3.782 warga telah dievakuasi, sementara total penduduk terdampak di seluruh wilayah mencapai belasan ribu jiwa. Kelantan menjadi daerah dengan dampak terberat.

Di Kelantan, 9.634 warga dilaporkan mengungsi dan ditempatkan di puluhan pusat penampungan sementara yang tersebar di sejumlah distrik seperti Tumpat, Bachok, Kota Bharu, dan Pasir Puteh. Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kelantan menyebutkan kondisi berangsur terkendali, namun petugas tetap siaga karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi.

Baca Juga :  Atasi Konflik Palestina, Menlu RI Desak Solusi Dua Negara

Negara bagian Perak tercatat sebagai wilayah terdampak terparah berikutnya. Sebanyak 1.415 warga ditempatkan di 20 pusat penampungan di Perak Tengah, Manjung, Larut, Matang, Selama, serta Hilir Perak. Sementara itu, 205 warga di Terengganu mengungsi di daerah Besut.

Baca Juga :  COVID-19 Makin Gawat, Malaysia Lockdown Total Mulai 1 Juni

Di Kedah, 371 warga terpaksa dievakuasi, disusul Penang yang mencatat 404 warga diungsikan di empat lokasi di Seberang Perai Utara dan Seberang Perai Tengah.

Selangor juga mencatat pengungsian sebanyak 327 orang dari 109 keluarga, sementara di Perlis jumlah pengungsi mencapai 1.426 orang. Otoritas lokal mengimbau masyarakat di kawasan rawan banjir untuk segera mengikuti instruksi evakuasi dan menghindari aktivitas di wilayah sungai atau dataran rendah.

Baca Juga :  Inflasi Singapura Catat Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia meminta masyarakat terus memantau kondisi cuaca dan elevasi permukaan air sungai. Warga juga diingatkan untuk menyiapkan kebutuhan dasar serta memprioritaskan keselamatan keluarga apabila proses evakuasi harus dilakukan.

Departemen Meteorologi Malaysia sebelumnya telah mengeluarkan peringatan hujan lebat berkepanjangan yang diproyeksikan berlangsung sepanjang pekan, terutama untuk wilayah pantai timur dan utara Semenanjung Malaysia.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Batam Sampaikan Komitmen Investasi USD 10 Miliar pada Forum Bisnis di Singapura

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB