Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Batam–Bintan–Karimun Jadi Basis Industri

- Publisher

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana ekspor listrik bersih ke Singapura, dengan kawasan Kepulauan Riau diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri berbasis energi hijau.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan potensi energi bersih untuk menarik investasi industri berteknologi tinggi ke wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Menurutnya, kawasan tersebut tengah disiapkan menjadi pusat industri hijau baru yang tidak hanya menopang kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mendukung ekspor energi ke negara tetangga.

“Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepulauan Riau,” ujar Bahlil dalam pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja sekaligus penanggung jawab sektor energi Singapura, Tan See Leng, di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026).

BACA JUGA:  Pemilik Bitcoin Terkaya di Bumi Meninggal, Nasib Warisannya Bikin Puyeng!

Bahlil menambahkan, pemerintah saat ini masih merampungkan berbagai aspek teknis sebelum implementasi proyek dimulai.

Senada dengan itu, Tan See Leng menyebut pembahasan teknis antara kedua negara telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Saya rasa sebagian besar diskusi teknikal sudah mengalami kemajuan yang baik,” ujarnya.

Selain rencana ekspor listrik, kedua negara juga membahas pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Batam, Bintan, dan Karimun. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kebutuhan listrik domestik tetap menjadi prioritas utama sebelum ekspor dilakukan.

BACA JUGA:  Pemerintah Bangun Tangki Minyak di Karimun Mulai Mei 2026, Dongkrak Cadangan Nasional Jadi 30 Hari

Dalam kerja sama ini, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi teknologi rendah karbon, termasuk penerapan Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung pengurangan emisi.

“Yang menyangkut CCS, aturan-aturannya sudah saya persiapkan. Itu kemudian bisa kita lakukan kolaborasi,” kata Bahlil.

Sumber listrik yang akan diekspor direncanakan berasal dari pembangkit energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini sejalan dengan target pengembangan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt (GW), yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor.

BACA JUGA:  Tarif Ekonomi Angkutan Lebaran Diharapkan Terjangkau bagi Masyarakat

Namun demikian, terdapat tantangan dalam implementasinya, terutama terkait harga energi hijau yang saat ini masih lebih tinggi dibandingkan energi berbasis fosil.

Meski begitu, kedua negara optimistis kerja sama ini dapat memperkuat posisi Indonesia dan Singapura sebagai pemain penting dalam rantai pasok energi bersih di kawasan ASEAN.

Sebagai langkah awal, proyek percontohan (pilot project) di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun diharapkan segera direalisasikan sebagai tindak lanjut dari sejumlah nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor
Aturan Ojek Online Segera Dituangkan dalam Perpres, Pengantaran Barang dan Makanan Ikut Diatur
Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Tumbuh
Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?
Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru
Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Batam Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp81 Ribu
Inflasi Batam Capai 4,75 Persen, Pemko Perkuat Sinergi dengan BI, Bulog, dan BPS Tekan Kenaikan Harga
Investasi Batam Tembus Rp29,89 Triliun, Serap Lebih dari 40 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 38,97 Triliun, BP Batam: Kepastian dan Kemudahan Berusaha Jadi Faktor Penting Gaet Investor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Aturan Ojek Online Segera Dituangkan dalam Perpres, Pengantaran Barang dan Makanan Ikut Diatur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Amsakar–Li Claudia Bawa Batam Melaju, Investasi dan Lapangan Kerja Tumbuh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Desil 9-10 Bakal Tak Bisa Beli Pertalite Bersubsidi, Siapa Saja yang Masuk Kategori Ini?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Harga Pertamax di Batam Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Daftar BBM Terbaru

Berita Terbaru