INIKEPRI.COM – Masjid Al-Aqsa akhirnya kembali dibuka untuk jemaah Muslim pada Kamis waktu setempat, setelah ditutup selama 40 hari oleh otoritas Israel di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Pembukaan kembali masjid yang berada di kompleks Al-Haram al-Sharif itu berlangsung saat fajar. Ratusan warga Muslim Palestina langsung memadati area masjid untuk menunaikan salat subuh, menandai ibadah berjemaah pertama sejak penutupan diberlakukan.
Suasana haru menyelimuti momen tersebut. Sejumlah jemaah terlihat meneteskan air mata, sementara lainnya melakukan sujud syukur begitu memasuki pelataran masjid. Lantunan azan subuh yang kembali berkumandang menjadi simbol dibukanya kembali akses ibadah di salah satu situs suci umat Islam tersebut.
Sebelumnya, akses ke Al-Aqsa ditutup total sejak 28 Februari lalu. Penutupan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya konflik di kawasan, termasuk aksi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Selama periode penutupan, otoritas Israel hanya mengizinkan staf masjid serta pejabat Wakaf Islam Yerusalem untuk beribadah di dalam kompleks. Sementara itu, warga Palestina lainnya terpaksa melaksanakan ibadah di masjid-masjid kecil di sekitar kota.
Bahkan, pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 di Al-Aqsa sempat dilarang, menjadi salah satu pembatasan paling ketat sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967.
Tak hanya itu, otoritas juga menutup Gereja Makam Kudus, salah satu situs suci umat Kristen, dalam periode yang sama.
Meski akses ke Al-Aqsa kini telah dibuka kembali, status darurat yang diberlakukan pemerintah Israel masih diperpanjang hingga pertengahan April. Belum ada kepastian apakah pembukaan ini akan berlangsung permanen atau bersifat sementara.
Pembukaan kembali Al-Aqsa menjadi harapan bagi umat Muslim di Palestina untuk kembali menjalankan ibadah secara normal, meskipun situasi keamanan di kawasan masih diliputi ketidakpastian.
Penulis : RBP
Editor : IZ
















