INIKEPRI.COM – Kabar duka menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau serta masyarakat Kota Batam. Sosok polisi yang dikenal luas dengan nama “Joker”, yakni Ipda Supriadi, S.H., dikabarkan meninggal dunia.
Informasi wafatnya personel Ps. Paur 2 Subbid Mulmed Bidhumas Polda Kepri itu pertama kali disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @humaspoldakepri pada Kamis (16/4/2026) pagi.
Dalam unggahan tersebut, Kapolda Kepulauan Riau beserta jajaran menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ipda Supriadi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas wafatnya Ipda Supriadi, S.H. Semoga Allah SWT menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian isi unggahan tersebut.

Kepergian Joker sontak mengejutkan banyak pihak. Bukan hanya keluarga besar kepolisian, namun juga masyarakat luas, khususnya warga Batam yang selama ini mengenal sosoknya sebagai polisi yang aktif, komunikatif, dan memiliki karakter unik di media sosial.
Nama Joker sendiri begitu melekat pada diri Ipda Supriadi. Ia dikenal sebagai salah satu figur polisi “nyentrik” yang berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan santai, humoris, dan penuh interaksi di dunia digital.
Melalui akun Instagram pribadinya @joker_supriadi, ia memiliki ribuan pengikut yang setia mengikuti berbagai unggahan maupun respons khasnya terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Joker kerap membagikan informasi viral terkait kejadian-kejadian di Kota Batam maupun berbagai peristiwa nasional yang tengah menjadi sorotan publik.
Namun yang paling membekas bagi banyak pengikutnya adalah gaya komunikasinya yang khas, tegas namun dibalut humor.
Ia dikenal aktif merespons komentar para netizen, termasuk mereka yang melontarkan kritik atau cibiran terhadap institusi kepolisian. Alih-alih terpancing emosi, Joker justru sering membalas dengan candaan cerdas yang menghibur dan mencairkan suasana.
Tak sedikit warganet yang menilai gaya komunikasinya berhasil menghadirkan wajah polisi yang lebih dekat, humanis, dan mudah diterima masyarakat.
Pengalaman menghadapi beragam karakter masyarakat di media sosial tentu bukan perkara mudah. Dunia maya menghadirkan tantangan berbeda dibanding interaksi langsung di lapangan. Namun Joker mampu menjalaninya dengan caranya sendiri—membangun komunikasi tanpa kehilangan wibawa sebagai anggota Polri.
Pantauan INIKEPRI.COM, sebelum kabar duka itu tersebar, Joker masih sempat mengunggah sejumlah aktivitas pribadinya melalui fitur Instagram Story di akun pribadinya.
Tak ada yang menyangka unggahan tersebut menjadi jejak digital terakhir yang ia tinggalkan sebelum berpulang.
Kepergian Joker pun meninggalkan duka mendalam. Ucapan belasungkawa membanjiri kolom komentar media sosial miliknya maupun akun resmi Humas Polda Kepri.
Banyak pengikut dan sahabat mengaku kehilangan sosok polisi yang selama ini mereka kenal ramah, responsif, dan selalu mampu menghadirkan suasana hangat di tengah kerasnya dinamika media sosial.
Bagi sebagian orang, Joker bukan sekadar anggota kepolisian.
Ia adalah wajah lain dari aparat penegak hukum, sosok yang mampu menjembatani institusi dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih cair, akrab, dan membumi.
Kini, candaan khasnya mungkin telah berhenti. Namun jejaknya di media sosial, tawa yang ia tinggalkan, serta kedekatannya dengan masyarakat akan terus dikenang.
Selamat jalan, Joker.
Namamu akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah mengenalmu, baik secara langsung maupun melalui layar ponsel.
Penulis : IZ

















