Di ARTOTEL Batam, “Holding Space” Ummi Damas Tampilkan Warna Ceria di Balik Keresahan Ibu

- Publisher

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ummi Damas memberikan keterangan secara telekonferensi saat peluncuran pameran

Ummi Damas memberikan keterangan secara telekonferensi saat peluncuran pameran "Holding Space" di ARTOTEL Batam. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Di balik warna-warna cerah yang tampak riang, tersimpan cerita sunyi yang jarang diucapkan. Itulah yang dihadirkan dalam “Holding Space”, solo exhibition karya Ummi Damas yang resmi dibuka di Artspace ARTOTEL Batam, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Pameran ini menjadi penanda fase baru dalam perjalanan artistik Ummi Damas, setelah ia menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tidak lagi sekadar eksplorasi visual, karya-karya dalam pameran ini lahir dari proses riset mendalam yang berangkat dari realitas keseharian, khususnya keresahan para ibu.

Sebanyak tujuh karya ditampilkan dalam pameran ini, masing-masing merekam fragmen kehidupan perempuan yang menjalani peran ganda: sebagai ibu, pekerja, sekaligus individu yang kerap mengesampingkan dirinya sendiri.

Ummi Damas menyampaikan bahwa karya-karya dalam “Holding Space” merupakan refleksi dari pengalaman dan pengamatan terhadap dinamika kehidupan ibu masa kini. Ia memberikan keterangan melalui sambungan telekonferensi dari Kalimantan Timur.

BACA JUGA:  ARTOTEL Batam Usung Konsep “Stay with Purpose”, Tawarkan Pengalaman Menginap Berkelanjutan

“Setelah menyelesaikan S2, saya merasa memiliki pendalaman baru dalam berkarya. Karya-karya ini tidak lahir begitu saja, tetapi melalui riset. Saya melihat banyak keresahan, terutama pada ibu-ibu yang harus bekerja sambil menyusui, menghadapi tekanan sehari-hari, dan tetap menjalani peran dalam membesarkan anak,” ujar Ummi Damas.

Salah satu karya dari Ummi Damas yang dipamerkan di Artspace ARTOTEL Batam. Foto: INIKEPRI.COM

Ia menegaskan bahwa tema besar dalam pameran ini adalah tentang ketahanan emosional perempuan tentang bagaimana seorang ibu tetap hadir, meski diliputi kelelahan yang berulang.

“Tema besarnya adalah tentang ibu yang tetap hadir, meski lelah itu datang berulang kali. Mereka tetap menampilkan wajah bahagia, tetap kuat, terutama di tengah situasi zaman yang serba semrawut seperti sekarang. Di situ, ibu-ibu dituntut untuk tetap waras,” jelasnya.

Salah satu karya yang menjadi pusat perhatian adalah “Heartspace”. Lukisan ini dianggap sebagai representasi paling kuat dari keseluruhan narasi yang diangkat.

BACA JUGA:  “Santa, Saved Us A Seat!”: Natal Penuh Rasa dan Kebersamaan di ARTOTEL Batam

Dalam karya tersebut, Ummi menggambarkan sosok ibu dengan tubuh besar, sebuah simbol dari beban yang dipikul sekaligus kebutuhan akan ruang untuk diri sendiri.

“’Heartspace’ adalah karya yang paling personal. Di situ saya ingin menggambarkan bahwa seorang ibu juga butuh ruang untuk dirinya sendiri, butuh ‘me time’ di tengah berbagai problematika hidup. Tubuh yang besar dalam visual itu adalah simbol dari beban sekaligus ruang yang ingin diciptakan untuk dirinya,” ungkapnya.

“Heartspace”, satu dari tujuh karya Ummi Damas. Foto: INIKEPRI.COM

Meski secara visual karya-karya yang ditampilkan tampak penuh warna dan ceria, Ummi menegaskan bahwa di balik itu tersimpan lapisan emosi yang kompleks.

“Karya-karya ini memang terlihat berwarna-warni, tetapi sebenarnya berangkat dari keresahan. Ada banyak emosi yang saya simpan di dalamnya,” katanya.

Dalam proses kreatifnya, Ummi mengawali dengan mengumpulkan dan mencatat berbagai keresahan yang ditemui. Dari situ, ia kemudian mengembangkan sketsa hingga akhirnya menentukan medium dan bentuk visual yang tepat.

BACA JUGA:  ARTOTEL Batam Hadirkan Pameran Tunggal “Lost Boy in Wonderland” oleh Alexander Chris

“Prosesnya dimulai dari riset, lalu mencatat keresahan, membuat sketsa, dan baru kemudian saya pikirkan bagaimana sketsa itu diimplementasikan. Setiap karya punya waktu yang berbeda, ada yang sampai sembilan bulan, ada juga yang dua sampai tiga minggu,” jelasnya.

Inspirasi visual dalam karya-karya ini juga datang dari hal-hal yang dekat dengan kesehariannya, seperti permainan The Sims hingga referensi dari ilustrator Dian Maharani.

Seluruh tujuh karya dalam “Holding Space” ditawarkan kepada publik selama masa pameran berlangsung, menjadikan ajang ini tidak hanya sebagai ruang apresiasi, tetapi juga interaksi langsung antara seniman dan kolektor.

Pameran ini akan berlangsung hingga 1 Juli 2026 di Artspace ARTOTEL Batam, yang selama ini dikenal konsisten memberikan ruang bagi seniman Indonesia untuk menampilkan karya-karyanya.

Karya Ummi Damas meski memiliki corak warna yang ceria namun memiliki arti mendalam tentang keresahan seorang ibu. Foto: INIKEPRI.COM

Sementara itu, Maria Asunta Rizki, yang akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa ARTOTEL terus berkomitmen menjadi ruang terbuka bagi para seniman untuk berekspresi dan terhubung dengan publik.

“ARTOTEL selalu memberikan ruang bagi para seniman di Indonesia untuk memajang dan menampilkan hasil karyanya. Kami ingin Artspace tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan karya dengan audiens secara lebih dekat dan personal,” ujar Kiki.

Ia menambahkan, kehadiran pameran seperti “Holding Space” juga menjadi bagian dari upaya ARTOTEL dalam menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung.

BACA JUGA:  ARTOTEL Batam Mempresentasikan Karya Seni Rupa Fotografi Ryan LH, Bertajuk 'Colourly V.2: Lyfe and Let Laff'

“Kami melihat bahwa karya-karya seperti ini punya kedalaman emosi yang kuat. Harapannya, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga bisa merasakan dan membawa pulang pengalaman yang berbeda,” tambahnya.

Di tengah peringatan Hari Kartini, “Holding Space” menjadi lebih dari sekadar pameran. Ia hadir sebagai ruang refleksi tentang perempuan, tentang peran yang tak pernah sederhana, dan tentang kebutuhan paling mendasar yang sering terlupakan: ruang untuk diri sendiri.

Lebih jauh, kehadiran pameran ini sekaligus menegaskan posisi ARTOTEL Batam bukan hanya sebagai hotel, tetapi sebagai ruang kreatif yang konsisten mendukung perkembangan seni dan seniman Indonesia. Melalui Artspace, ARTOTEL Batam terus membangun ekosistem yang membuka peluang kolaborasi, dialog, dan apresiasi seni di tengah masyarakat.

“Holding Space” pun menjadi bukti bahwa seni dapat hidup dan tumbuh di ruang yang memberi dukungan nyata menjadikan ARTOTEL Batam sebagai salah satu simpul penting dalam denyut industri kreatif di Kota Batam.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Huawei Luncurkan Pura 90 Pro dan Pro Max, Andalkan Kamera 200 MP dan AI Canggih
Produksi iPhone Fold Mundur, Apple Tetap Targetkan Rilis 2026
Akhirnya Bisa! Instagram Hadirkan Fitur Edit Komentar, Ini Cara Pakainya
DJI Osmo Pocket 4 Siap Meluncur? Ini Detail Spesifikasi yang Beredar
iPhone 18 Pro Dirumorkan Tanpa Warna Hitam, Apple Siapkan Warna Baru
ARTOTEL Batam Usung Konsep “Stay with Purpose”, Tawarkan Pengalaman Menginap Berkelanjutan
Kamera iPhone Makin Canggih? Apple Pertimbangkan 200 MP
Bingung Pilih Puasa? Dahulukan Qadha atau Syawal, Ini Jawabannya

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Di ARTOTEL Batam, “Holding Space” Ummi Damas Tampilkan Warna Ceria di Balik Keresahan Ibu

Rabu, 15 April 2026 - 06:00 WIB

Produksi iPhone Fold Mundur, Apple Tetap Targetkan Rilis 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 07:26 WIB

Akhirnya Bisa! Instagram Hadirkan Fitur Edit Komentar, Ini Cara Pakainya

Selasa, 7 April 2026 - 07:21 WIB

DJI Osmo Pocket 4 Siap Meluncur? Ini Detail Spesifikasi yang Beredar

Jumat, 3 April 2026 - 08:00 WIB

iPhone 18 Pro Dirumorkan Tanpa Warna Hitam, Apple Siapkan Warna Baru

Berita Terbaru