INIKEPRI.COM – Polemik pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mendapat respons dari Ketua Tim Relawan ASLI, M. Nur. Ia mengimbau masyarakat agar menyikapi isu tersebut secara utuh dan tidak terpancing oleh potongan informasi yang beredar.
M. Nur menegaskan, penting bagi publik untuk memahami konteks lengkap sebelum menarik kesimpulan, terlebih di tengah dinamika media sosial yang kerap memunculkan narasi parsial.
“Dalam melihat sebuah pernyataan, kita harus memahami latar belakangnya. Jangan hanya mengambil sebagian lalu menyimpulkan sendiri,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, apa yang disampaikan Li Claudia merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin dalam merespons persoalan sosial di lapangan, terutama yang berkaitan dengan ketertiban dan dampak terhadap masyarakat.
“Sebagai pemimpin, tentu ada dorongan untuk menjaga kondisi kota tetap aman dan tertib. Ketegasan itu muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap Batam,” kata M. Nur.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu utuh. Menurutnya, sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana tetap kondusif.
“Informasi harus disaring dengan baik. Jangan sampai kita ikut memperkeruh keadaan hanya karena narasi yang belum lengkap,” tegasnya.
Dalam konteks keberagaman Batam, ia menilai suasana damai harus terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.
“Perbedaan pandangan itu wajar, tapi harus diselesaikan dengan dialog. Jangan sampai justru memecah kebersamaan yang sudah terbangun,” tambahnya.
M. Nur juga menyebut bahwa polemik yang sempat mencuat kini telah mereda setelah adanya komunikasi langsung antara pihak terkait dengan tokoh masyarakat.
“Sudah ada pertemuan, suasananya hangat dan penuh kekeluargaan. Artinya, persoalan ini sebenarnya sudah bisa diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah demi keberlanjutan pembangunan, termasuk pertumbuhan investasi di Batam.
“Kita menjaga Batam ini tetap kondusif, dan alhamdulillah selama kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, investasi Batam meningkat signifikan pada triwulan pertama, dari Rp8,6 triliun menjadi Rp17,4 triliun atau tumbuh sekitar 103 persen. Ini tentu hasil kerja keras kita semua dalam menjaga kondusivitas Batam yang kita cintai,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini juga tengah berjalan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, suasana yang aman dan damai menjadi faktor penting agar seluruh program tersebut dapat berjalan optimal.
“Masih banyak program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sedang berproses. Agar semua berjalan sesuai harapan, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Batam tetap damai,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, M. Nur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam polemik berkepanjangan.
“Batam adalah rumah kita bersama. Sudah seharusnya kita rawat dengan sikap yang bijak, saling menghargai, dan menjaga kedamaian,” tutupnya.
Penulis : IZ

















