INIKEPRI.COM – Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat (22/5) diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga udara kabur. Namun demikian, wilayah Natuna diperkirakan mengalami hujan ringan dengan kelembapan udara cukup tinggi.
Berdasarkan data prakiraan cuaca, suhu udara di berbagai kabupaten dan kota di Kepri berada pada kisaran 25 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara juga relatif tinggi, mencapai 96 persen di beberapa daerah.
Kondisi ini membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi laut.
Di Kabupaten Bintan, cuaca diprediksi mengalami udara kabur dengan suhu berkisar 29–30 derajat Celsius dan kelembapan antara 72 hingga 77 persen. Kondisi udara kabur ini berpotensi mengurangi jarak pandang pada waktu tertentu.
Sementara itu, Kabupaten Karimun diprakirakan berawan dengan suhu udara 28–31 derajat Celsius serta kelembapan mencapai 84 persen.
Wilayah Natuna menjadi satu-satunya daerah yang diprediksi mengalami hujan ringan. Suhu di daerah tersebut berada di kisaran 25–30 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi, yakni 73–96 persen. Warga diimbau menyiapkan perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar rumah.
Cuaca berawan juga diprediksi menyelimuti Kabupaten Lingga dengan suhu 26–31 derajat Celsius dan kelembapan udara 68–92 persen.
Kemudian, Kabupaten Kepulauan Anambas diperkirakan berawan dengan suhu 27–30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 72–82 persen.
Untuk Kota Batam, cuaca diprakirakan berawan dengan suhu udara berkisar 27–31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan berada pada angka 68–89 persen, membuat udara terasa cukup panas dan lembap pada siang hari.
Sedangkan di Kota Tanjungpinang, cuaca juga diprediksi berawan dengan suhu 27–31 derajat Celsius dan kelembapan 69–92 persen.
Masyarakat pesisir dan nelayan diimbau terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran guna mengantisipasi potensi perubahan kondisi atmosfer secara mendadak.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















