INIKEPRI.COM – Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah Batam kembali menjadi sorotan. Pimpinan Umum sekaligus Pimpinan Redaksi RBNnews.co.id, Rico Yuliansyah, mengaku mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang petugas keamanan saat menunggu anggota keluarganya yang tengah menjalani perawatan di IGD, Senin (1/6/2026) malam.
Peristiwa itu disebut terjadi ketika Rico datang untuk menjenguk adik kandungnya yang sedang mendapatkan penanganan medis di ruang IGD. Saat itu, kondisi ruang tunggu disebut cukup penuh sehingga Rico memilih duduk di area dekat dinding sambil menunggu perkembangan kondisi keluarganya.
Tidak lama kemudian, adik Rico yang lain datang untuk mengantarkan makanan kepada pasien. Namun situasi berubah ketika seorang petugas keamanan menghampiri dan meminta sejumlah anggota keluarga pasien keluar dari area IGD.
Menurut Rico, petugas tersebut menyampaikan bahwa hanya satu orang keluarga yang diperbolehkan berada di dalam area IGD untuk mendampingi pasien.
Rico mengaku tidak mempermasalahkan aturan tersebut. Namun, ia menilai cara penyampaian yang dilakukan petugas kurang mengedepankan etika pelayanan kepada keluarga pasien.
“Saya memahami jika memang ada aturan rumah sakit terkait pembatasan keluarga yang mendampingi pasien. Tetapi yang saya sesalkan adalah cara penyampaiannya yang menurut saya kurang humanis,” ujar Rico.
Perdebatan antara keduanya kemudian terjadi hingga berlanjut ke luar area gedung IGD. Rico mengaku semakin kecewa setelah petugas keamanan tersebut dinilai memberikan respons yang tidak mencerminkan pelayanan publik.

Insiden itu kemudian menarik perhatian sejumlah petugas keamanan lainnya yang datang ke lokasi untuk meredam situasi.
Sebagai aktivis pemerhati kebijakan publik, Rico menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Embung Fatimah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang baik, tetapi juga pelayanan umum yang mengedepankan empati dan komunikasi yang santun kepada pasien maupun keluarga pasien.
“Rumah sakit adalah tempat masyarakat mencari pertolongan. Karena itu seluruh petugas, termasuk petugas keamanan, harus memahami bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” katanya.
Rico meminta manajemen RSUD Embung Fatimah melakukan evaluasi terhadap petugas yang terlibat dalam insiden tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Selain itu, ia juga berharap rumah sakit terus melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan secara menyeluruh demi meningkatkan kenyamanan masyarakat yang datang berobat.
“Kami berharap ada evaluasi dan pembinaan. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan siapa, tetapi agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik ke depan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Embung Fatimah maupun petugas keamanan yang disebut dalam kejadian tersebut belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
Penulis : IZ

















