Kabar Baik! Usulan Cen Sui Lan Direalisasikan, BWSS Tangani Banjir di Dua Desa Natuna

- Publisher

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau kegiatan normalisasi sungai di dua desa wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut yang mulai dikerjakan oleh rekanan BWSS. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau kegiatan normalisasi sungai di dua desa wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut yang mulai dikerjakan oleh rekanan BWSS. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

INIKEPRI.COM – Harapan warga Desa Sebadai Ulu dan Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir setiap musim hujan tiba, upaya penanganan yang selama ini dinantikan masyarakat kini mulai terealisasi.

Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) telah memulai pekerjaan normalisasi sungai di dua desa tersebut sebagai tindak lanjut atas usulan yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Kabupaten Natuna. Program ini diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air yang selama ini menjadi ancaman bagi permukiman warga.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Jarmin Sidik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Natuna Agus Supardi, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), turun langsung meninjau lokasi pekerjaan pada Rabu (17/6/2026).

Di tengah aktivitas alat berat yang mulai melakukan pengerukan dan penataan alur sungai, Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan setiap tahapan pekerjaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA:  How to Attract Latin American Brides

“Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga risiko banjir yang selama ini dihadapi masyarakat dapat diminimalkan,” ujar Cen Sui Lan di sela peninjauan.

Menurutnya, persoalan banjir yang selama ini terjadi di Desa Sebadai Ulu dan Desa Limau Manis bukanlah masalah baru. Saat curah hujan tinggi, luapan air sungai kerap mengancam kawasan permukiman warga dan menimbulkan kekhawatiran setiap kali musim penghujan datang.

Karena itu, normalisasi sungai menjadi salah satu langkah penting yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga potensi genangan dan banjir dapat ditekan.

Bupati Natuna juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar agar manfaat dari pekerjaan tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua harus menjaga sungai agar tetap bersih dan terpelihara sehingga upaya pengendalian banjir yang dilakukan bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.

BACA JUGA:  Kunker Ke Natuna, Ansar Ahmad : Tidak Gampang Cari Anggaran Ke Pusat

Ia mengungkapkan, masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan perhatian khusus karena kondisi permukiman yang cukup padat. Situasi tersebut menyebabkan akses pekerjaan menjadi lebih terbatas sehingga dibutuhkan pendekatan dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Menurut Cen Sui Lan, peninjauan lapangan yang dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah juga menjadi bagian dari proses identifikasi kawasan rawan banjir yang nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan pada masa mendatang.

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Usai meninjau pekerjaan normalisasi di Desa Sebadai Ulu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Limau Manis untuk melihat kondisi drainase yang telah selesai dikerjakan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Natuna Agus Supardi menjelaskan bahwa pekerjaan normalisasi yang dilakukan BWSS berupa pelebaran dan pendalaman alur sungai.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Salurkan Bansos di Sambau

Untuk wilayah Desa Sebadai Ulu, pekerjaan dilakukan sepanjang enam kilometer dengan lebar empat meter dan kedalaman mencapai 1,5 meter. Sedangkan di Desa Limau Manis, normalisasi dilakukan sepanjang dua kilometer.

“Pekerjaan ini diharapkan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Agus Supardi.

Dengan dimulainya normalisasi sungai tersebut, harapan masyarakat untuk terbebas dari ancaman banjir tahunan perlahan mulai tumbuh. Langkah yang dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan BWSS ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat infrastruktur dasar sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Bunguran Timur Laut.

Bagi warga Sebadai Ulu dan Limau Manis, pekerjaan yang kini mulai berjalan bukan sekadar pengerukan sungai semata. Lebih dari itu, normalisasi ini menjadi harapan baru agar kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih tenang tanpa dihantui kekhawatiran ketika hujan deras mengguyur wilayah mereka.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

BP Batam Perkuat Transparansi Layanan Pertanahan, Alokasi Tanah Reguler Segera Hadir Melalui LMS
Warga Galang Sampaikan Aspirasi, Amsakar-Li Claudia Siapkan Program untuk Nelayan hingga Generasi Muda
Pemerintah Evaluasi Program MBG, Ibu Hamil, Balita, dan Wilayah 3T Jadi Prioritas
BGN Kaji Ulang Anggaran Program MBG 2027, Usulan Rp270 Triliun Dinilai Terlalu Besar
Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Persoalan Banjir Batam, Kamaluddin Turun Temui Massa
Upgrade Kemasan, Upgrade Penjualan! Pemko Batam Latih 200 Pelaku IKM Naik Kelas
Kabar Besar dari Natuna! Untuk Pertama Kalinya Gas Natuna Siap Mengalir ke NKRI
Jadi Driver Online di Bekasi, Buronan Kasus Penipuan Rp3 Miliar terhadap Mantan Bupati Natuna Akhirnya Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35 WIB

BP Batam Perkuat Transparansi Layanan Pertanahan, Alokasi Tanah Reguler Segera Hadir Melalui LMS

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:57 WIB

Warga Galang Sampaikan Aspirasi, Amsakar-Li Claudia Siapkan Program untuk Nelayan hingga Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:23 WIB

Pemerintah Evaluasi Program MBG, Ibu Hamil, Balita, dan Wilayah 3T Jadi Prioritas

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:09 WIB

BGN Kaji Ulang Anggaran Program MBG 2027, Usulan Rp270 Triliun Dinilai Terlalu Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:59 WIB

Mahasiswa Kritik Program MBG hingga Persoalan Banjir Batam, Kamaluddin Turun Temui Massa

Berita Terbaru