Ini Sikap PDIP Soal Kebijakan ‘New Normal’ Presiden Jokowi

- Publisher

Kamis, 28 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungan sepenuhnya atas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak seluruh rakyat Indonesia memasuki fase kehidupan normal baru (the new normal) di tengah pandemi covid-19 dimana vaksin atau obat penyakit itu belum ditemukan.

“Sebagai partai pengusung utama Pak Jokowi dan Kiai Maruf, tentu saja sikap politik kami mendukung langkah-langkah strategis pemerintah untuk mempersiapkan seluruh kehidupan bangsa dan masyarakat sebagai the new normal,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/05).

Bagi PDIP, ujar Hasto, the new normal itu berarti masyarakat akan menjalani kehidupan sehari-hari dengan norma baru, merujuk pada protokol kesehatan yang ada. Dalam artian itu, kegiatan berbelanja dan kumpul di mal tak bisa dijalani bila tak mengikuti protokol kesehatan yang ada.

BACA JUGA:  Ini Tiga Dukungan Nyata Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

“Di the new normal, yang perlu kita lakukan adalah membangun kesadaran hidup disiplin dan meningkatkan sistem imunitas tubuh kita di dalam menghadapi situasi yang tidak mudah ini,” ujar Hasto.

Di sisi lain, karena tetap saja ada pembatasan, disadari sepenuhnya bahwa rakyat juga harus mendapat kepastian penghidupan yang layak. Maka protokol kesehatan dan kebijakan untuk penghidupan layak itu dipersiapkan sebaiknya oleh Pemerintah.

Lebih jauh, Hasto menjelaskan bahwa itu semua terjadi karena vaksin dan obat akibat virus corona itu sendiri belum ditemukan.

“Intinya, sambil menunggu vaksin Covid-19 ditemukan dalam berbagai riset, bagaimana dengan tetap melakukan protokol kesehatan, kehidupan perekonomian rakyat ini juga diselamatkan,” kata Hasto.

“Tapi ada tudingan bahwa kebijakan Pemerintah itu terburu-buru?” tanya wartawan.

Menjawab itu, Hasto mengatakan bahwa segala sesuatunya memang mendadak, sama seperti datangnya virus corona. Yang jelas, Presiden Jokowi mendengarkan semua masukan sebelum mengambil sebuah kebijakan yang komprehensif dengan langkah terukur.

BACA JUGA:  Sertifikat Vaksinasi Tak Jadi Syarat Mengurus Keperluan di Disdukcapil

“Yang menjadi persoalan karena ketika ini kemudian kita tanggapi seolah-olah kita semua langsung masuk pada kehidupan normal itu. Padahal ini sedang direncanakan tahapan-tahapan, yang memungkinkan aktivitas pergerakan ekonomi rakyat bisa berjalan dengan tetap memerhatikan seluruh ketentuan tentang protokol kesehatan pencegahan covid-19,” ujar Hasto.

Lalu bagaiamana partai politik seperti PDIP akan beraktivitas jika mengikuti the new normal itu? Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan partainya akan menyatukan diri. Dalam melaksanakan kegiatan politik, partainya juga akan mengikuti protokol pencegahan covid-19.

“Tentu dengan semangat berdikari dan pemikiran positif membangun hidup yang penuh disiplin agar kita mampu meningkatkan imunitas tubuh masing-masing,” kata Djarot.

BACA JUGA:  Polri Pecat Ferdy Sambo Secara Tidak Hormat

Selain itu, DPP PDIP juga secara aktif menugaskan kadernya yang duduk sebagai kepala daerah atau anggota legislatif, untuk secara aktif mendukung kebijakan Pemerintah Pusat.

“Bagi kami, apa yang dilakukan Pak Jokowi adalah upaya membangun harapan rakyat bahwa di satu sisi kita menyiapkan yang terburuk, tapi di sisi lain disiapkan segala sesuatu sebaik-baiknya untuk menghadapi situasi kehidupan baru hingga ditemukan vaksin mengobati covid-19,” kata Djarot.

“Kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi sebuah situasi kehidupan yang baru, sampai nanti ditemukan vaksin untuk mengobati Covid-19 tersebut. Apapun, kehidupan rakyat harus diselamatkan. Rakyat perlu kerja, perlu bansos bagi yang miskin dan tidak mendapat penghasilan, dan di situlah momentum untuk mewujudkan kegotongroyongan kita sebagai jiwa bangsa,” pungkasnya.

Hops

Berita Terkait

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:36 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:09 WIB

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:28 WIB

Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru