INIKEPRI.COM – Jumlah warga Natuna yang menerima bantuan pangan pemerintah bertambah dari sebelumnya 7.321 menjadi 9.054 penerima. Pemerintah Kabupaten Natuna menyebut kenaikan tersebut merupakan hasil pemutakhiran data hingga tingkat desa agar bantuan semakin tepat sasaran.
Pada periode Juli hingga September 2026, masing-masing Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Puskesmas Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, Jumat (28/8/2026). Bupati Natuna Cen Sui Lan hadir bersama jajaran pemerintah daerah, Bulog, DPRD Natuna, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri serta masyarakat.
Bagi Cen Sui Lan, bertambahnya jumlah penerima tidak serta-merta menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat semakin buruk. Ia justru melihat perubahan tersebut sebagai dampak dari perbaikan pendataan masyarakat.
“Bukan masyarakat kita yang semakin susah, tetapi data kita yang semakin baik dan semakin sempurna, sehingga bantuan dapat diberikan lebih tepat sasaran,” kata Cen Sui Lan.
Sebelumnya, para camat dan kepala desa diminta melakukan pendataan ulang dengan melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut penting agar keluarga yang memang membutuhkan bantuan tidak terlewatkan. Sebaliknya, warga yang kondisi ekonominya sudah lebih baik dapat dievaluasi dari daftar penerima.
Cen Sui Lan juga mengingatkan warga agar bantuan beras tidak diperjualbelikan. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan.
“Beras ini jangan dijual. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
CKG Baru Capai 50,9 Persen
Di tengah penyaluran bantuan pangan, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Hingga Agustus 2026, pelaksanaan CKG umum di Kecamatan Bunguran Selatan baru menjangkau 1.813 orang dari total 3.562 sasaran. Capaian tersebut berada di angka 50,9 persen, sementara pemerintah menargetkan cakupan hingga 80 persen pada akhir 2026.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah bersama Puskesmas akan memperkuat sosialisasi dan edukasi. Pendekatan langsung kepada masyarakat juga dilakukan dengan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, Posyandu dan unsur lintas sektor.
Cen Sui Lan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
“Jangan takut untuk memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan sejak dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih cepat,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui persoalan kesehatan lebih cepat sehingga penanganannya juga dapat dilakukan lebih tepat.
Sementara itu, CKG Anak Sekolah di Bunguran Selatan menunjukkan capaian lebih tinggi. Dari 732 anak yang menjadi sasaran, sebanyak 617 anak atau 84,29 persen telah menjalani pemeriksaan.
Masih terdapat 115 anak yang belum mendapatkan pemeriksaan. Pemerintah menargetkan seluruh anak yang masuk dalam sasaran dapat memperoleh layanan tersebut.
Perhatian pada Stunting dan Pendidikan
Perhatian pemerintah juga diarahkan pada persoalan gizi dan stunting. Hingga saat ini, intervensi gizi telah diberikan kepada 163 balita dari total 315 balita yang menjadi sasaran.
Penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan tambahan, tetapi juga membutuhkan pemantauan pertumbuhan, pemeriksaan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi serta edukasi kepada orang tua.
Karena itu, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan keluarga diminta menjaga pemantauan secara berkelanjutan.
Selain kesehatan dan pangan, Cen Sui Lan turut mengingatkan masyarakat mengenai kesempatan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 serta memenuhi persyaratan didorong untuk mendaftarkan diri melalui Dinas Sosial.
“Kita tidak ingin lagi mendengar ada anak-anak yang putus sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu secara ekonomi,” ujarnya.
Ia juga meminta anak-anak yang telah kehilangan orang tua agar ikut didata sehingga dapat memperoleh kesempatan pendidikan.
Minyak Goreng dan Ketahanan Pangan
Selain bantuan beras, kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Cen Sui Lan menyebut pasokan minyak goreng telah dikirim dari Jakarta dan diharapkan segera tiba di Natuna. Jika belum dapat disalurkan sebagai bantuan, pemerintah membuka kemungkinan penyediaannya melalui program pasar dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagi pemerintah daerah, bantuan pangan dan pelayanan kesehatan merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Bantuan pangan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga, sementara pemeriksaan kesehatan gratis menjadi langkah pencegahan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
“Semoga bantuan pangan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga, pelayanan kesehatan gratis memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, dan berbagai program pemerintah ke depan dapat terus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Natuna,” harap Cen Sui Lan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















