INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menata kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Program tersebut disiapkan bukan hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem kelautan dan perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Aktivitas nelayan, pengolahan hasil tangkapan, kelembagaan koperasi hingga pemasaran nantinya diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi.
Berdasarkan Blueprint Eksekusi Program KNMP Kota Tanjungpinang Tahun 2026, terdapat lima lokasi yang disiapkan, yakni Kampung Bugis, Tanjung Sebauk, Tanjung Siambang, Pulau Penyengat dan Kampung Kolam.
Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk melihat kondisi masing-masing kawasan, jumlah nelayan, kebutuhan fasilitas hingga kesiapan lahan.
Tak Sekadar Pembangunan Fisik
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan pembangunan KNMP harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.
“Kita ingin Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi pembangunan kawasan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan nelayan. Sarana yang dibangun harus dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dari menangkap, mengolah hingga memasarkan hasil perikanan,” ujar Lis, Sabtu (19/9/2026).
Dalam konsepnya, kawasan KNMP dapat dilengkapi berbagai fasilitas sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing lokasi.
Fasilitas tersebut antara lain dermaga atau tambatan perahu, tempat pelelangan ikan, pabrik es, cold storage, sentra pengolahan hasil laut, jaringan air bersih serta sarana pendukung lainnya.
Dengan fasilitas tersebut, aktivitas nelayan tidak berhenti pada proses menangkap ikan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengolahan hingga pemasaran sehingga nilai ekonomi hasil perikanan dapat dikembangkan.
Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Pemko Tanjungpinang juga menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari ekosistem KNMP.
Koperasi diharapkan dapat berperan sebagai agregator yang membantu menyerap dan memasarkan hasil tangkapan nelayan.
Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi perikanan sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih baik bagi masyarakat nelayan.
Lis menegaskan, Pemko Tanjungpinang akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, infrastruktur, kelembagaan hingga kebutuhan masyarakat dapat dipersiapkan secara terpadu.
“Masyarakat nelayan harus menjadi bagian utama dalam program ini. Kita ingin kawasan pesisir lebih tertata, produktif dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Lima Lokasi, Karakteristik Berbeda
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman menjelaskan, lima lokasi KNMP dipetakan berdasarkan kondisi kawasan, aktivitas nelayan, kebutuhan sarana dan prasarana serta kesiapan lahan.
Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga fasilitas yang dibangun tidak dapat disamaratakan.
“Masing-masing lokasi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, fasilitas yang disiapkan akan disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas nelayan di setiap kawasan,” jelas Robert.
Ia menambahkan, keberhasilan KNMP tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur.
Pengelolaan kawasan setelah pembangunan, penyerapan hasil tangkapan, proses pengolahan hingga pemasaran menjadi bagian yang tidak kalah penting.
“KNMP bukan hanya soal membangun fasilitas. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kawasan ini nantinya dikelola, hasil tangkapan nelayan terserap, kemudian diolah dan dipasarkan melalui ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Pemko Tanjungpinang selanjutnya akan terus melakukan koordinasi dan pematangan persiapan program tersebut.
Lima kawasan yang disiapkan diharapkan menjadi bagian dari upaya penataan pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan dan ekonomi masyarakat nelayan di Kota Tanjungpinang.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















