INIKEPRI.COM – Kisah diaspora Indonesia kembali menjadi sorotan internasional. Alvin Tedjo, politikus keturunan Padang-Tionghoa, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, setelah memenangkan pemilihan pada Senin (26/10/2026) waktu setempat.
Alvin yang berusia 43 tahun berhasil mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Mississauga Bonnie Crombie. Kemenangannya menarik perhatian karena ia berasal dari keluarga imigran Indonesia yang membangun kehidupan baru di Kanada sejak puluhan tahun lalu.
Berdasarkan hasil pemilihan, Alvin memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,2 persen. Sementara itu, Parrish meraih 51.853 suara dan Crombie memperoleh 43.191 suara.
Kemenangan tersebut menjadi babak baru perjalanan politik Alvin, yang sebelumnya pernah mengalami kekalahan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Berawal dari Keluarga Perantau asal Padang
Alvin berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia. Ayahnya, dr. Anto Tedjo, memiliki akar keluarga dari Padang, Sumatera Barat.
Pada 1978, keluarga Tedjo memutuskan pindah ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ketika itu, Alvin masih berusia sekitar empat tahun.
Memulai kehidupan di negara baru bukan perkara mudah. Keluarganya harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dan berjuang membangun penghidupan. Sang ayah bahkan disebut pernah bekerja sebagai pencuci piring dan pengantar makanan sebelum kehidupan mereka semakin mapan.
Pengalaman tumbuh di tengah keluarga imigran turut membentuk pandangan Alvin mengenai tantangan yang dihadapi pendatang.
Dalam sebuah siniar pada 2025, ia mengenang berbagai kesulitan yang dialami keluarganya selama menjalani kehidupan di Kanada.
“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang datang bersama pengalaman hidup sebagai imigran,” kata Tedjo.
Nasihat orang tuanya juga menjadi pegangan dalam perjalanan hidupnya. Ia mengingat pesan untuk tidak tinggal diam ketika melihat sesuatu yang salah, tetapi berusaha melakukan perbaikan.
Ketertarikan pada Politik Sejak Remaja
Minat Alvin terhadap pelayanan publik telah tumbuh sejak ia masih bersekolah. Ia pernah menjadi ketua organisasi siswa dan bergabung dalam komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, Alvin menerima penghargaan Young Citizen of the Year atau Warga Muda Berprestasi Tahun Ini. Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan Hazel McCallion, tokoh yang dikenal lama memimpin Mississauga.
McCallion disebut pernah menyampaikan pesan yang terus diingat Alvin hingga dewasa.
“Get into politics, young man,” atau “Terjunlah ke dunia politik, anak muda.”
Pesan tersebut menjadi salah satu momen penting yang memperkuat ketertarikannya pada dunia pemerintahan.
Alvin kemudian menempuh pendidikan ilmu politik di Queen’s University. Ia juga melanjutkan pendidikan di Harvard University melalui Harvard Extension School dan memperoleh gelar magister di bidang Digital Media Design.
Sebelum terjun sepenuhnya ke politik lokal, Alvin membangun pengalaman profesional di lingkungan pemerintahan dan pendidikan tinggi.
Ia pernah bekerja sebagai penasihat kebijakan di pemerintahan Provinsi Ontario, menangani hubungan pemerintahan di Sheridan College, serta memimpin bidang strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Pernah Kalah Sebelum Menjadi Wali Kota
Perjalanan politik Alvin tidak selalu berjalan mulus.
Pada 2018, ia maju sebagai kandidat anggota parlemen Provinsi Ontario dari daerah pemilihan Oakville North–Burlington. Namun, ia hanya menempati posisi ketiga.
Setahun kemudian, Alvin mencoba mengikuti pemilihan ketua Partai Liberal Ontario. Dalam kontestasi internal tersebut, ia memperoleh 2,7 persen suara.
Alvin kembali mencoba peruntungan pada pemilihan sela Wali Kota Mississauga 2024. Kali ini, ia harus mengakui keunggulan Carolyn Parrish dan finis di posisi kedua.
Meski mengalami kekalahan, Alvin tetap melanjutkan kiprahnya di pemerintahan kota. Pada 2022, ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2.
Pengalaman sebagai anggota dewan menjadi salah satu bekalnya untuk kembali maju dalam pemilihan wali kota pada 2026.
Bangkit dan Kalahkan Dua Tokoh Politik
Pada pemilihan 2026, Alvin menghadapi persaingan berat. Dua lawannya merupakan figur yang sudah dikenal dalam politik Mississauga, yakni Parrish sebagai petahana dan Crombie yang pernah memimpin kota tersebut.
Pada awal kampanye, dukungan terhadap Alvin disebut masih tertinggal. Survei yang dikutip media Kanada pada Agustus 2026 menempatkannya di posisi keempat dengan dukungan 9 persen dari seluruh responden.
Namun, dukungan terhadap kampanyenya kemudian meningkat menjelang pemungutan suara.
Alvin mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk biaya hidup, perumahan, transportasi, keamanan, dan kondisi ekonomi.
Ia juga berkampanye dengan sejumlah janji, di antaranya membekukan pajak properti kota selama dua tahun dan menekan pemborosan anggaran. Gagasan tersebut ditujukan untuk mendorong keterjangkauan hidup bagi keluarga muda maupun warga lanjut usia.
Selama menjadi anggota dewan kota, Alvin juga dikenal mendukung transportasi umum gratis bagi anak-anak, pembangunan hunian, perluasan ruang terbuka hijau, jalur pejalan kaki, serta dukungan bagi kelompok masyarakat rentan.
Hasil pemilihan akhirnya menempatkan Alvin sebagai pemenang dengan 74.479 suara atau sekitar 39,2 persen. Ia unggul 22.626 suara dari Parrish dan 31.288 suara dari Crombie.
Memimpin Mississauga, Kota Besar di Kanada
Mississauga merupakan salah satu kota penting di Provinsi Ontario dan berada di kawasan metropolitan Toronto. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Kanada.
Kemenangan Alvin menjadi sorotan karena ia berhasil mengungguli dua tokoh politik berpengalaman setelah sebelumnya gagal dalam pemilihan wali kota.
Perjalanannya dari keluarga perantau asal Padang hingga terpilih memimpin kota tempatnya tumbuh menjadi kisah tentang pendidikan, ketekunan, dan keterlibatan dalam pelayanan publik.
Bagi diaspora Indonesia, keberhasilan Alvin juga menjadi perhatian tersendiri. Ia menunjukkan bagaimana seseorang dari keluarga imigran dapat membangun karier, terlibat dalam pemerintahan lokal, dan akhirnya memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin sebuah kota.
Kemenangan tersebut sekaligus menandai babak baru bagi Alvin Tedjo dalam menjalankan kepemimpinan di Mississauga, kota yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sejak kecil.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















