New Normal: Akad Nikah Maksimal Dihadiri 30 Orang

- Admin

Minggu, 31 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan aturan mengenai kegiatan akad nikah di rumah ibadah selama masa pandemi virus corona. Dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020, jumlah kehadiran orang dibatasi maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan dan tidak melebihi 30 orang.

Kebijakan ini dikeluarkan seiring keinginan pemerintah untuk memberlakukan tatanan kehidupan baru alias new normal di tengah pandemi Covid-19.

“Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang,” kata Fachrul Razi di Jakarta, Sabtu (30/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Razi mengatakan orang yang boleh menghadiri akad nikah adalah mereka yang sehat dan negatif Covid-19. Pelaksanaan kegiatan akad pun dilaksanakan secara efisien.

Baca Juga :  Pemerintah Akan Buka Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Pekan Depan

Fachrul Razi menerangkan rumah ibadah yang dibenarkan melaksanakan kegiatan keagamaan adalah rumah ibadah yang sudah mendapat surat keterangan (SK) `Rumah Ibadah Aman Covid-19` dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud.

Adapun syarat untuk mendapatkan SK tersebut adalah berdasarkan angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di kawasan/lingkungan yang aman dari Covid-19.

“Surat Keterangan akan dicabut bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain itu, kata Fachrul Razi, SE rumah ibadah ini juga mengatur kewajiban pengurus atau penanggungjawab rumah ibadah seperti menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah, melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah, menyiapkan handsanitizer, fasilitas cuci tangan, dan sebagainya.

Baca Juga :  Indonesia Kutuk Keras Pembakaran Salinan Al-Quran di Swedia

Fachrul Razi juga mengungkapkan SE ini mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

Di antaranya jemaah dalam kondisi sehat; meyakini bahwa rumah ibadah yang digunakan telah memiliki SK aman Covid-19 dari pihak yang berwenang; menggunakan masker atau masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah; dan lainnya.

CNN

Berita Terkait

Satgas Pemberantasan Judi Online Segera Terbentuk, Presiden Ingatkan Jangan Berjudi
Presiden Jokowi: Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak Turunkan Prevalensi Stunting
Indeks Demokrasi Indonesia 2023 Melampui Target
Jemaah Haji Diimbau Tidak Bawa Batu Krikil dari Tanah Air
Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024
Ini Pentingnya Pengembangan Ekonomi dan Pertahanan di Wilayah Perbatasan
Di DPR RI, Menko Polhukam Sampaikan saatnya Indonesia Miliki Coast Guard
Kereta Otonom IKN Siap Uji Coba Agustus 2024
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 07:19 WIB

Satgas Pemberantasan Judi Online Segera Terbentuk, Presiden Ingatkan Jangan Berjudi

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:30 WIB

Presiden Jokowi: Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak Turunkan Prevalensi Stunting

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:17 WIB

Indeks Demokrasi Indonesia 2023 Melampui Target

Senin, 10 Juni 2024 - 07:42 WIB

Jemaah Haji Diimbau Tidak Bawa Batu Krikil dari Tanah Air

Minggu, 9 Juni 2024 - 16:49 WIB

Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 09:09 WIB

Ini Pentingnya Pengembangan Ekonomi dan Pertahanan di Wilayah Perbatasan

Rabu, 5 Juni 2024 - 07:47 WIB

Di DPR RI, Menko Polhukam Sampaikan saatnya Indonesia Miliki Coast Guard

Selasa, 4 Juni 2024 - 11:16 WIB

Kereta Otonom IKN Siap Uji Coba Agustus 2024

Berita Terbaru