Sedih! ABK Indonesia Minta Pertolongan karena Disiksa di Kapal Long Line China

- Publisher

Kamis, 27 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Perlakuan tidak manusiawi kembali diterima anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal long line China, diduga kali ini dialami oleh para kru di atas kapal Liao Yuan Yu 103. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tiga kru kapal meminta pertolongan agar segera diselamatkan dari kapal tersebut karena merasa diperbudak dan diperlakukan tak manusiawi oleh pimpinan mereka.

Video yang diunggah di akun Instagram Indonesia.militer itu memperlihatkan tiga pria, ABK Indonesia yang memohon bantuan agar segera dipulangkan dari kapal yang mereka awaki.

“Segera kami dipulangkan dari kapal ini. Kami disiksa, kami dipukul, ditendang, bahkan mau ditusuk pakai ganco, pak,” kata seorang awak kapal dalam video itu.

BACA JUGA:  ABK Indonesia Di Kapal China: 'Tidur Hanya Tiga Jam, Makan 'Umpan Ikan', Hingga Pengalaman Pahit Yang Sulit Dilupakan Melarung Jenazah Teman

“Dada kami dipukul, perut kami ditendangi pak. Jam tidur hanya 4-5 jam pak, jam kerja 20 jam lebih, kurang tidur makan ngga tenang pak. Ngga kerja, ngga dikasih makan pak,” kata awak kapal lainnya.

https://www.instagram.com/p/CEUc4iUn5dD/?igshid=1twao1ja6llo2

Mereka mengatakan bahwa mereka juga belum menerima gaji dan belum merapat ke darat selama 10 bulan berada di kapal. Mereka mengaku khawatir tidak akan dapat bertahan jika harus menunggu hingga kontraknya habis, yaitu pada November 2021.

“Kalau menunggu sampai bersandar kami ngga tahan, kami bisa mati di sini,” pinta mereka.

Menurut keterangan di akun Instagram Indonesia.militer, video itu direkam oleh ABK Indonesia yang bekerja di kapal long line Liao Yuan Yu 103 yang beroperasi di Samudera Pasifik. Kapal dengan call sign BZZB5 itu terdaftar di pelabuhan China dan dimiliki perusahaan China.

BACA JUGA:  Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Disebutkan ada empat ABK Indonesia yang mengalami perlakuan tidak manusiawi di atas kapal itu, yaitu: Sukarto, ABK asal Tegal, Jawa Tengah; Irgi Putra J asal Cianjur, Jawa Barat; Putra A Napitupulu asal Medan, Sumatera Utara; dan Galih Ginanjar asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Video lain yang diunggah di akun yang sama juga menyampaikan permintaan tolong oleh kru lain, juga mengungkapkan kekhawatiran akan nyawa mereka selama bekerja di kapal tersebut.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi PT RCA, yang menurut keterangan dalam video itu, merupakan penyalur para ABK. Namun sejauh ini belum ada tanggapan.

BACA JUGA:  Dianiaya, ABK Asal Indonesia Meninggal di Kapal Ikan China. Mayat Disimpan di Lemari Pendingin Sejak 29 Juni!

“Kemlu RI juga berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemenaker yang mengeluarkan perijinan penempatan ABK ke luar negeri. Didapat informasi bahwa PT RCA tidak terdaftar baik di Kemenaker maupun Kemenhub,” kata Judha dalam keterangan kepada wartawan.

Kedutaan Besar RI di Beijing juga telah meminta konfirmasi otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pihak pemilik kapal. Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO), Liao Yuan Yu 103 dimiliki oleh Liaoning Kimliner Ocean di Dalian, Liaoning China.

Selain itu Kemlu RI juga terus mencoba menghubungi pihak yang pertama kali mengunggah informasi video tersebut ke media sosial guna mendapatkan informasi lebih detil.

Sumber : www.okezone.com

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru