Jumat, 27 November 2020
log
Ikuti Kami di :
6 Nov 2020
(Fanny Kusumawardhani/kumparan)
(Fanny Kusumawardhani/kumparan)

INIKEPRI.COM – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, akan kembali ke Indonesia dalam hitungan hari.

Kepulangannya akhirnya terealisasi setelah beberapa kali wacananya mencuat namun tak pernah terjadi. 

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, bahkan secara khusus mengucapkan selamat atas kepulangan Rizieq ke Tanah Air.  

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. (Fanny K/kumparan)

“Saya ucapkan sugeng kundur, selamat kembali ke Tanah Air Indonesia untuk ‘resilaturahmi’ (merajut kembali tali silaturahmi), dan bukan untuk ‘revolusi’ atau ‘tsaurah’,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).  

Ia juga mengucapkan selamat berkumpul lagi dengan para santrinya yang sudah begitu lama menunggu kepulangan pimpinannya, usai tiga tahun berada di Arab Saudi.  

“Selamat berkumpul kembali dengan para santri, karena kumpul dengan para santri adalah kebahagiaan yang luar biasa,” ucap dia. 

Selain itu, Agus menegaskan pemerintah Indonesia selama ini tidak pernah menghalangi kepulangan Rizieq. Ia membeberkan izin tinggal Rizieq di Saudi hanya berlaku sampai 11 November 2020. 

“Arab Saudi hanya memberikan waktu 9 hari sejak kedatangan MRS di Kantor Deportasi Syumaisi tanggal 2 November 2020 pukul 11.00 siang dan mengurus administrasi kepulangan di lantai dua gedung yang berada di antara kota Makkah dan Jeddah tersebut,” jelas Agus.  

“Pemerintah Indonesia tidak pernah menghalangi kepulangan MRS. Kan empat tiket Saudia juga sudah ada,” lanjut dia.

Kepulangannya dari Saudi ini juga rupanya ditemukan fakta baru. Ternyata Rizieq Syihab masuk dalam daftar ‘tasjil murahhal’ atau daftar orang yang dideportasi. 

“Di layar ini juga tertulis dengan sangat jelas nama MRS masuk dalam ‘tasjil murahhal’ daftar orang dideportasi,” kata Agus. 

“Saya berpesan untuk MRS, tidak perlu malu dengan status di sistem komputer imigrasi Saudi ini,” tutup dia.

Rizieq sebelumnya menyampaikan Imigrasi Arab Saudi mengeluarkan perpanjangan Visa sebagai pengganti pembatalan bayan safar. Hal itu dapat dikeluarkan karena Habib Rizieq dianggap tak melakukan pelanggaran selama di Arab Saudi. 

“Kita diberikan solusi oleh pihak keimigrasian karena mereka tahu saya tidak melakukan pelanggaran. Solusi yang diberikan bahwa kami diberikan bayan safar tapi diberikan perpanjangan visa. Jadi visa sudah mati selama 2 tahun visa tersebut dihidupkan kembali dan berlaku hingga pertengahan November ini,” tutur Rizieq. 

Ia meninggalkan Indonesia pada pertengahan 2017. Berdasarkan catatan yang disitat dari kumparan, Rizieq memiliki tiga kasus di Polda Metro Jaya.  

Pertama, terkait rekaman saat ia ceramah di Duren Sawit. Dalam video itu Rizieq dinilai melecehkan umat Kristen. Kasus kedua terkait pernyataan Rizieq tentang gambar palu arit di uang kertas terbitan Bank Indonesia. Terakhir adalah berkaitan dengan chat mesum yang juga menjerat wanita bernama Firza Husein. 

Kuasa hukumnya, Sugito Atmo Prawiro, menyatakan dalam kasus yang terakhir, Rizieq telah mendapatkan SP3. Sementara 2 kasus lainnya, status Rizieq masih sebagai saksi. Sehingga ia membantah kliennya masih memiliki kasus hukum di Indonesia. (ER/Kumparan)

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x