Varian COVID-19 India `Ngamuk`, Singapura Tutup Sekolah!

- Publisher

Selasa, 18 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ernest Chua/Todayonline)

(Ernest Chua/Todayonline)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Singapura memutuskan untuk mengambil beberapa langkah-langkah penguncian baru dalam menanggapi gelombang pandemi Covid-19 yang semakin meluas.

Dikutip AFP, Senin (17/5/2021) pihak berwenang mengatakan Minggu (16/5/2021) bahwa sekolah dasar dan menengah serta perguruan tinggi akan beralih ke pembelajaran berbasis rumah mulai Rabu (19/5/2021) hingga akhir masa sekolah pada 28 Mei 2021. Pembatasan ini dilakukan setelah beberapa kasus ditemukan berhubungan dengan lembaga pendidikan.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, mengutip percakapannya dengan direktur pelayanan medis kementerian Kenneth Mak, dengan mengatakan bahwa jenis B.1617, yang pertama kali terdeteksi di India, “tampaknya lebih mempengaruhi anak-anak”.

BACA JUGA:  Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat ke Singapura

Hal ini juga diamini Menteri Pendidikan Chan Chun Sing yang mengambil langkah-langkah preventif dalam mencegah infeksi varian baru itu.

“Beberapa dari mutasi ini jauh lebih ganas dan tampaknya menyerang anak-anak yang lebih kecil,” kata Chan

“Ini adalah masalah yang menjadi perhatian kami semua,” tambahnya, seraya menambahkan bahwa tidak ada anak yang terinfeksi yang sakit parah.

Saat ini sendiri dikabarkan bahwa pemerintah sedang mencoba untuk memvaksinasi anak-anak yang berusia 16 tahun ke bawah.

BACA JUGA:  UEA Longgarkan Syariat Islam, Bebaskan Alkohol dan Kumpul Kebo

Kebijakan penutupan sekolah ini merupakan lanjutan dari pembatasan mobilitas masyarakat yang telah dicanangkan pemerintah sebelumnya.

Selain langkah penguncian, Singapura juga membatalkan travel bubble yang akan dilakukan negara kota itu dengan Hong Kong.

Seorang juru bicara pemerintah Hong Kong mengatakan bahwa “mengingat situasi epidemi Covid-19 baru-baru ini di Singapura, kedua pemerintah telah memutuskan untuk menunda kebijakan tersebut.”

Pada Senin, Singapura melaporkan 21 infeksi transmisi lokal baru. Secara keseluruhan, negara pusat finansial Asia itu melaporkan lebih dari 61.000 kasus sejauh ini dan 31 kematian sejak dimulainya pandemi.

BACA JUGA:  Sudah Bersahabat dengan Corona, Kasus COVID-19 di Singapura Naik Gegara Karaoke

Pada awal Mei 2021, Singapura menemukan varian “ganas” India di antara kasus penularan lokal di negara itu. Varian B.1.617 tersebut mengandung mutan ganda.

Varian ini diklarifikasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai “varian of interest” pekan lalu. Artinya, secara umum didefinisikan sebagai strain mutasi yang lebih menular, mematikan dan kebal terhadap vaksin serta perawatan medis. (RWH/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru